Dilema Legalitas Self-Defense di Timur Tengah: Menakar Batasan Pasal 51 Piagam PBB dalam Konflik Iran-Israel

  • Rahmawaty Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Pamulang-Indonesia
  • Viyona Marsanda Purba Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Pamulang-Indonesia
Keywords: Hukum Internasiol, Iran-Israel, Kedaulatan, Pasal 51 Piagam PBB, Self-Defense, International Law, Iran-Israel, Sovereignty, Article 51 of the UN Charter, Self-Defense

Abstract

ABSTRAK

Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel baru-baru ini menandai pergeseran dari perang proksi menuju konfrontasi langsung yang memicu perdebatan serius dalam hukum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas tindakan militer kedua negara melalui kacamata Pasal 51 Piagam PBB dan prinsip jus ad bellum. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini membedah ketidaksinkronan antara norma hukum dengan praktik militer di eskalasi konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan klaim hak membela diri (self-defense) oleh kedua pihak telah mengalami pelebaran interpretasi yang melampaui batas-batas normatif, di mana tindakan tersebut lebih bersifat retaliasi punitif dan serangan preventif daripada pembelaan diri murni. Analisis menyimpulkan bahwa ambiguitas dalam Pasal 51 dan kelumpuhan Dewan Keamanan PBB telah menciptakan dilema legalitas yang membahayakan kedaulatan negara dan stabilitas hukum internasional. Penelitian ini menyarankan perlunya definisi ulang ambang batas serangan bersenjata guna mencegah penyalahgunaan narasi pembelaan diri sebagai tameng agresi militer.

 

ABSTRACT

The recent escalation of armed conflict between Iran and Israel marks a shift from proxy war to direct confrontation, sparking serious debate in international law. This study aims to analyze the legality of both countries' military actions through the lens of Article 51 of the UN Charter and the principle of jus ad bellum. Using normative legal research methods with a legislative and conceptual approach, this study examines the inconsistency between legal norms and military practices in the escalating conflict. The results show that the use of self-defense claims by both parties has undergone a widening interpretation that goes beyond normative boundaries, with such actions being more punitive retaliation and preventive attacks than pure self-defense. The analysis concludes that the ambiguity in Article 51 and the paralysis of the UN Security Council have created a legal dilemma that endangers state sovereignty and the stability of international law. This study suggests the need to redefine the threshold for armed attacks to prevent the misuse of the self-defense narrative as a shield for military aggression.

References

Buzan, B., Wæver, O., & de Wilde, J. (1998). Security: A new framework for analysis. Lynne Rienner Publishers.
Fadya, S. N., Suhendra, M. N., Pinata, E., Hasibuan, J., Sununianti, V. V., & Kurniawan, D. A. (2024). Global Social Movement : Upaya Masyarakat Internasional Dalam Merespon Tindak Kejahatan Genosida Melalui Resolusi Konflik Nir-Kekerasan Pada Kasus Israel – Palestina. Jurnal Analisa Sosiologi, 13(4). https://doi.org/10.20961/jas.v13i4.95593
Ferinda K Fachri. (2026). Pakar Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Berpotensi Masuk Kategori Agresi Militer. Available at: https://www.hukumonline.com/berita/a/pakar-sebut-serangan-as-israel-ke-iran-berpotensi-masuk-kategori-agresi-militer-lt69a57f54daf94/?page=1, diakses tanggal 3 Mei 2026
https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/download/2222/1150
I Made Pasek Diantha, dkk. (2017). Buku Ajar Hukum Internasional. Fakultas Hukum, Universitas Udayana, Denpasar.
Jerry Indrawan & Putrawan Yuliandri. (2025). Konflik Israel-Iran sebagai Pembuka Pecahnya Perang Dunia III: Dampaknya bagi Indonesia. POLITEIA: Jurnal Ilmu Politik, 17(02), 125-135. https://talenta.usu.ac.id/politeia/article/download/17199/9160/80724
Kunz, Joseph. (1984). The Changing Law of National. Rajawali, Jakarta. hal. 34.
LP2KI. (2025). Pre-Emptive Self-Defense Dalam Konflik Israel-Iran: Celah Hukum Atau Ancaman Stabilitas Global?. Available at: https://lp2kifhuh.org/2025/06/26/pre-emptive-self-defense-dalam-konflik-israel-iran-celah-hukum-atau-ancaman-stabilitas-global/, diakses tanggal 2 Mei 2025.
Marcheilla Ariesta. (2024). Pasal 51 Piagam PBB Jadi Acuan Serangan Balasan Iran ke Israel. Available at: https://www.metrotvnews.com/read/b7WCYrGJ-pasal-51-piagam-pbb-jadi-acuan-serangan-balasan-iran-ke-israel, diakses tanggal 2 Mei 2025
Marko Wijaya & Agung Afif. (2025). Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Iran-Israel. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences, 3(4). 413-424. https://doi.org/10.62083/masterpiece.v3i4.201
Nurdyansa, Ismail, Fatma. (2025). Analisis Framing Komparatif Konflik Iran-Israel Pada Pemberitaan Di Al Jazeera Dan Cnn International. Core: Journal of Communication Search, 3(2). 22-42.
Rizky Rahmatunnisa. (2025). Piagam PBB dalam Upaya Menciptakan Keamanan dan Perdamaian Dunia | Sejarah Kelas 11. Available at : https://www.ruangguru.com/blog/pemikiran-piagam-pbb-dalam-upaya-menciptakan-keamanan-dan-perdamaian-dunia, diakses tanggal 2 Mei 2025
Rombot Iona Hiroshi Yuki. (2013). Konsep Pre-emptive War sebagai Anticipatory Self Defense ditinjau dari Hukum Internasional. Fakultas Hukum Universitas Hassanudin. Makasar.
Sassòli, M. (2019). International humanitarian law: Rules, controversies, and solutions to problems arising in warfare. In Edward Elgar Publishing.
Sonny Setiawan. (2025). Dampak Retaliasi Iran Ke Israel Tahun 2024 Di Kawasan Timur Tengah. Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional-Fisip-Unjani, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.3312
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta
Syaiful. (2026). Hak Bela Diri (Self-Defense) dalam Hukum Internasional: Antara Perlindungan dan Penyalahgunaan. Available at: https://hukum.uma.ac.id/hak-bela-diri-self-defense-dalam-hukum-internasional-antara-perlindungan-dan penyalahgunaan/, diakses tanggal 3 Mei 2026
Syofirman Syofyan, Jodie Angelia Rully, Dewi Enggriyeni. (2023). Legalitas Penggunaan Senjata Space Based Missile Interceptor Untuk Upaya Self Defense (Suatu Kajian Dalam Perspektif Piagam Pbb Dan Outer Space Treaty 1967). Unnes Law Review, 5(4), 2384- 2397. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4
UN Document. (1970). Declaration on Principles of International Law concerning Friendly Relations and Co-operation among States in accordance with the Charter of the United Nations. Available at: http://www.un-documents.net/a25r2625.htm, diakses tanggal 4 Mei 2026
Wasis, Susetio & Muliawan, Anatomi. (2023). “Pelanggaran Hukum Internasional dalam Perang Rusia-Ukraina”, Lex Jurnalica, 2(1). https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Lex/article/view/6474/3820
Willa Wahyuni. (2026). Imbas Serangan AS-Israel ke Iran, Pakar: Indonesia Perlu Menimbang Kembali Kepesertaannya di BoP. Available at: , diakses tanggal 3 Mei 2026
Published
2026-05-26
Section
Article