Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Dana Konservasi Pada Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu Wilayah Napu
Analysis of Accountability of Conservation Fund Management at the Lore Lindu National Park Office, Napu Region
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan dana konservasi pada Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) Wilayah Napu. Fokus penelitian meliputi: (1) bentuk dan mekanisme akuntabilitas pengelolaan dana konservasi, (2) penerapan prinsip transparansi, responsibilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan, (3) faktor pendukung dan penghambat terwujudnya akuntabilitas, serta (4) rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana konservasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci (kepala balai, bendahara, dan staf keuangan), observasi partisipatif, serta studi dokumentasi terhadap laporan keuangan dan dokumen pertanggungjawaban dana konservasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk memahami mekanisme dan praktik akuntabilitas dalam konteks pengelolaan keuangan publik di sektor konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana konservasi di Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu Wilayah Napu telah disusun dan dioperasionalkan dalam kerangka pengelolaan keuangan negara yang berlaku secara nasional, baik dari sisi sumber pendanaan maupun siklus pengelolaannya.
References
Bastian, I. (2019). Akuntansi sektor publik: Suatu pengantar. Jakarta: Erlangga.
Bovarnick, A., Fernandez, L., Galindo, J., & Negret, H. (2010). Financial sustainability of protected areas in Latin America and the Caribbean. New York: United Nations Development Programme (UNDP).
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Boston, MA: Pitman.
Harrison, J. S., Freeman, R. E., & Abreu, M. C. S. (2015). Stakeholder theory as an ethical approach to effective management. Business Ethics Quarterly, 25(1), 97–124. https://doi.org/10.1017/beq.2014.47
Heryana, A. (2018). Informan dan pemilihan informan dalam penelitian kualitatif. Jakarta: Universitas Esa Unggul.
Ismayati, E., dkk. (2025). Akuntabilitas pengelolaan anggaran belanja daerah dalam meningkatkan kinerja pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengelolaan taman Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Jurnal Administrasi Publik, xx(x), xx–xx.
IUCN. (2020). Financing protected and conserved areas: A guide for practitioners. Gland, Switzerland: International Union for Conservation of Nature.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Pedoman pengelolaan dana konservasi kawasan. Jakarta: KLHK.
Koppell, J. G. S. (2010). World rule: Accountability, legitimacy, and the design of global governance. Chicago, IL: University of Chicago Press.
MacKinnon, J., MacKinnon, K., Child, G., & Thorsell, J. (1993). Managing protected areas in the tropics. Gland, Switzerland: IUCN.
Mahmudi. (2016). Manajemen kinerja sektor publik (Edisi ke-3). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: Andi.
OECD. (2015). Public governance principles. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.
OECD. (2020). Public integrity handbook. Paris: OECD Publishing.
Rahman, M. A., dkk. (2023). Peran stakeholder dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Gunung Tunak Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam, xx(x), xx–xx.
Ramadhan. (2023). Efektivitas akuntabilitas dalam pengelolaan dana alokasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Sumatera Selatan. Jurnal Akuntansi Publik, xx(x), xx–xx.
Sari. (2024). Evaluasi pengelolaan dana konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jurnal Akuntansi dan Kebijakan Publik, xx(x), xx–xx.
Schillemans, T. (2016). Calibrating public sector accountability: Translating experimental findings to public sector accountability. Public Management Review, 18(9), 1400–1420. https://doi.org/10.1080/14719037.2015.1112423
Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Siagian, S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Van Slyke, D. M. (2007). Agents or stewards: Using theory to understand the government–nonprofit social service contracting relationship. Journal of Public Administration Research and Theory, 17(2), 157–187. https://doi.org/10.1093/jopart/mul012
World Bank. (2017). World development report 2017: Governance and the law. Washington, DC: World Bank.
Yuliana. (2022). Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan pada unit pengelola taman nasional di Kalimantan Timur. Skripsi. Universitas xx.



