Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Puskesmas Indonesia: Literature Review
Implementation of Occupational Safety and Health (OSH) Management in Indonesian Community Health Centers: A Literature Review
Abstract
atar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer memiliki berbagai potensi bahaya kerja, seperti paparan agen infeksius, bahan kimia, limbah medis, serta beban kerja fisik dan psikososial, sehingga memerlukan penerapan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang komprehensif dan berkelanjutan. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pelaksanaan program K3 di Puskesmas masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan manajemen K3 di Puskesmas Indonesia, mengidentifikasi pola implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.
Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan pendekatan systematic literature review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar, PubMed, Garuda, dan portal jurnal nasional terakreditasi dengan rentang tahun publikasi 2015–2025. Kata kunci yang digunakan antara lain “penerapan manajemen K3”, “K3 Puskesmas”, “occupational safety and health management”, dan “primary health care Indonesia”. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif berdasarkan komponen utama manajemen K3 (kebijakan, perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi).
Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas telah memiliki kebijakan dan struktur organisasi K3, namun implementasi program K3 masih parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem manajemen mutu Puskesmas. Kesenjangan utama ditemukan pada perencanaan berbasis identifikasi bahaya dan penilaian risiko, ketidakmerataan pelatihan K3, keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kepatuhan penggunaan APD, pengelolaan limbah yang belum konsisten, serta lemahnya dokumentasi dan pelaporan insiden. Pandemi COVID 19 sempat mendorong penguatan aspek proteksi infeksi dan penggunaan APD, namun praktik tersebut belum seluruhnya berlanjut sebagai budaya keselamatan yang mengakar.
Kesimpulan: Penerapan manajemen K3 di Puskesmas Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar yang diharapkan dan masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, pelatihan, dan budaya keselamatan. Diperlukan penguatan perencanaan K3 berbasis risiko, pemenuhan sarana prasarana, pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan budaya keselamatan kerja untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat di layanan kesehatan primer.
References
Anas, M., & Elsa, N. (2024). Gambaran Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Di UPT Puskesmas Tambayoli Kab. Morowali Utara Sulawesi Tengah. Jurnal Ilmiah OHSE Media, 02, 16–23.
Hidayat, Brahmana, Nababan, & Sitorus. (2022). Analisis kesiapan penerapan program K3 di Puskesmas Bagan Punak, Rokan Hilir, Riau. Jurnal Prepotif Keselamatan Kesehatan Industri, 5(1), 1–12.
Jaladara, V., & Hasanbasri, M. (2022). The need for strengthening occupational safety and health management approach for healthcare workers in Indonesia primary healthcare centers: Lesson from COVID-19. Safety and Health at Work, 13.
Peraturan Menteri Kesehatan No 52 Tahun 2018 tentang K3 di Fasilitas Kesehatan, (2018).
Korwa, H. C., & Surono, A. (2023). Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3 ) Di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura.
Nur’aini, I., Balebu, D. W., & Dwicahya, B. (2024). Gambaran Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Biak. Jurnal Kesmas Untika Luwuk, 02.
PH, F. K. P., & Iqbal, M. (2023). Systematic Literature Review?: Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk peningkatan pengetahuan dan. Journal Occupational Health Hygiene And Safety, 1(2).
Ristanti, A. H., M, H., Denny, & Setyaningsih, Y. (2022). Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Masa Pandemi Covid 19 Bagi Petugas Kesehatan Di Puskesmas X Kota Semarang. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(4).
Sari, R. G., Gustina, T., Rahayu, E. P., & Hamid, H. A. (2022). Kajian Kesiapan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Bagan Punak Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Study of The Readiness Assessment For Occupational Health and Safety Implementation at Bagan Punak Health Center Rohil District Riau Pro. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 14, 164–176.
Siswanto. (2025). Assessing Occupational Health and Safety Management?: A Multi-Center Study of 30 in Primary Health Centers in Indonesia. Journal of Applied Nursing and Health, 7(1), 48–57.
Sunrifad. (2022). Tinjauan pelaksanaan SMK3 berdasarkan Permenkes No. 52 Tahun 2018 di Puskesmas Cimandala, Kabupaten Bogor. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(2), 100–110.
Suriadi, A., Ramadhaniah, & Andria, D. (2024). Analysis of the Implementation of the Occupational Safety and Health Management System at the Pante Bidari Community Health Center, East Aceh. Jurnal Promotif Preventif, 7(2), 211–221.
Susanti, F., Zulkarnain, M., & Sari, N. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Puskesmas Kabupaten Oku Tahun 2023. Health Information:Jurnal Penelitian, 15(2), 1–11.
Susilawati, Ratna Lestari Budiani, P. I., & P, P. (2023). Analisis implementasi SMK3 dan kendala penerapannya di Puskesmas Umbulharjo II, Yogyakarta. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(4), 180–195.
Swintaro, A., Sitanggang, K., Siregar, S. H. P., & Arifin, D. (2025). Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Helvetia. Indonesian Journal of Economics, Management, and Accounting, 2(5), 1657–1664.
Taufiqurrahman, & Wardani. (2020). Analisis penerapan SMK3 pada fasilitas pelayanan kesehatan di beberapa Puskesmas Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(3), 120–135.








