Analisis Kepatuhan Tenaga Kefarmasian Terhadap Regulasi Pengelolaan Obat di Sarana Pelayanan Farmasi : Studi Kualitatif Pada Apotek dan Puskesmas
Pharmacheutical Personnel Compliance Wiyh Drug Management Regulation at Pharmacies and Community Heallth Centers : A Qualitative Study
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.12069Keywords:
Kepatuhan Regulasi, Pengelolaan Obat, Tenaga Kefarmasian, Studi KualitatifAbstract
Regulasi pengelolaan obat di sarana pelayanan farmasi disusun untuk menjamin mutu, keamanan, dan keselamatan pasien, namun implementasinya di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara ketentuan normatif dan praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana tenaga kefarmasian memahami dan menjalankan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan obat di apotek dan puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian meliputi apotek dan puskesmas di wilayah Kota Kendari. Narasumber dipilih secara purposif, terdiri dari apoteker penanggung jawab, apoteker pendamping, dan tenaga teknis kefarmasian, berjumlah dua belas orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Pemahaman narasumber terhadap regulasi pengelolaan obat secara normatif tergolong memadai, tetapi penerapannya dalam penyimpanan, pencatatan, dan pelaporan—khususnya untuk narkotika dan psikotropika—belum sepenuhnya konsisten. Kepatuhan dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, sarana penyimpanan, beban kerja, serta intensitas pengawasan, audit internal, penguatan sesama rekan kerja, dan sistem pencatatan digital berperan mendukung kepatuhan. Kesimpulan: Kepatuhan tenaga kefarmasian terhadap regulasi pengelolaan obat tidak semata ditentukan oleh pengetahuan regulasi, melainkan juga oleh dukungan struktural, literasi digital, dan pengawasan di tingkat sarana pelayanan.
Drug management regulations at pharmaceutical service facilities are designed to ensure quality, safety, and patient protection, yet field evidence still shows gaps between normative provisions and daily practice. This study aimed to analyze in depth how pharmaceutical personnel understand and enact compliance with drug management regulations at pharmacies and community health centers (Puskesmas). A qualitative descriptive design with a phenomenological approach was used. The study was conducted at pharmacies and Puskesmas in Kendari City. Twelve narasumberts were purposively selected, comprising responsible pharmacists, supporting pharmacists, and pharmaceutical technical personnel. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document review, then analyzed thematically. Narasumberts' normative understanding of drug management regulations was generally adequate, but its application in storage, documentation, and reporting—particularly for narcotics and psychotropics—was not fully consistent. Compliance was shaped by staffing limitations, storage infrastructure, workload, and supervision intensity, while internal audits, peer reinforcement, and digital recording systems supported more consistent compliance. Pharmaceutical personnel compliance with drug management regulations is determined not only by regulatory knowledge but also by structural support, digital literacy, and supervision at the facility level.
References
Adytia, F., Rahmasari, N., & Kuswanto, H. (2024). Pemanfaatan Sistem Informasi Apotek Berbasis Web pada Poliklinik Pratama Badan Kepegawaian Negara. JIKA (Jurnal Informatika), 8(2), 163. https://doi.org/10.31000/jika.v8i2.9876
Alowais, M., Rudd, G., Besa, V., Nazar, H., Shah, T., & Tolley, C. (2023). Digital Literacy in Undergraduate Pharmacy Education: A Scoping Review. Journal of the American Medical Informatics Association, 31, 732–745.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2023 tentang Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi. Menkes RI.
Bryda, G., & Costa, A. P. (2023). Qualitative Research in Digital Era: Innovations, Methodologies and Collaborations. Social Sciences, 12(10), 570. https://doi.org/10.3390/socsci12100570
DwiDara, S., Rindarwati, A., Fadillah, R., & Iskandar, Y. (2023). Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Salah Satu Apotek di Kota Bandung. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 301–306.
Handayani, M., Rachman, I., Akbar, A., Mappanyukki, A., & Wahyudin. (2024). Analisis Sistem Pencatatan Kartu Stok Obat di Puskesmas Batua Kota Makassar. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 2(4), 106–116.
Kurniati, K., & Usviany, V. (2024). Tinjauan Terhadap Penyimpanan dan Pelaporan Obat Golongan Psikotropika dan Narkotika di Puskesmas Salimbatu. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 4665–4672. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.33499
Luthfiyani, P. W., & Murhayati, S. (2024). Strategi Memastikan Keabsahan Data dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 45315–45328.
Putri, S. I., Suryoputro, A., & Kusumastuti, W. (2023). Penerapan Teori Planned Behavior dalam Pemanfaatan Layanan PSC 119 Si Slamet Batang pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(1), 28–34. https://doi.org/10.14710/mkmi.22.1.28-34
Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Safitri, I. D., Hasrawati, A., & Amirah, S. (2024). Profil Pengelolaan Obat Golongan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di Apotek Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Makassar Pharmaceutical Science Journal, 1(4), 358–372.
Yang, J., Liu, F., Yang, C., Wei, J., Ma, Y., Xu, L., Xie, J., & Wang, J. (2025). Application of Donabedian Three-Dimensional Model in Outpatient Care Quality: A Scoping Review. Journal of Nursing Management, 2025, Article 6893336. https://doi.org/10.1155/jonm/6893336
