PENGATURAN HUKUM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM KONFLIK BERSENJATA INTERNASIONAL: SEBUAH GAGASAN BERBASIS INDIVIDUAL-CENTRIC
Abstract
Potensi risiko spesifik dari senjata perang berbasis AI dan belum adanya peraturan spesifik mengenainya, maka mendorong kebutuhan yang mendesak terkait regulasi internasional yang jelas, komprehensif, serta mengikat guna mengatur penggunaan dan pengembangan senjata perang berbasis AI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengembangan kerangka hukum khusus untuk memastikan senjata yang didukung AI mematuhi prinsi-prinsip HHI. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan dengan pendekatan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif-normatif. Hasil penelitian adalah pengembangan hukum internasional terkait peenggunaan senjata AI adalah kontrol manusia (meaningful human control), tanggungjawab pidana individu, dan kategorisasi subjek hukum. Gagasan mengenai pengaturan hukum penggunaan AI dalam konflik bersenjata berbasis individual-centric berfokus pada penegasan bahwa HHI berlaku, dan individu (manusia) tetap memegang kendali dan tanggung jawab penuh atas tindakan yang dilakukan oleh sistem senjata otonom
References
[2] M. I. Amar and I. S. Adhi, “Benarkah Perang Dunia III Semakin Dekat? Ini 10 Konflik Utama di 2025,” Kompas.com, Jakarta, 2025. [Online]. Available: https://www.kompas.com/tren/read/2025/06/17/050000665/benarkah-perang-dunia-iii-semakin-dekat-ini-10-konflik-utama-di-2025?page=all#:~:text=Perang yang terjadi sepanjang 2025,hingga persoalan sosial yang kompleks.
[3] M. F. Ridwansyah and A. Zuhra, “Penggunaan Artificial Intelligence dalam Perang dari Aspek Prinsip Pembedaan,” terAs Law Rev. J. Huk. Humanit. dan HAM, vol. 4, no. 1, pp. 41–58, 2022.
[4] G. A. Wardhani and R. Kemala, “Penggunaan Artificial Intelligence dalam Senjata Otonom ‘ Habsora ’ Terhadap Kejahatan Perang di Gaza?: Analisis Urgensitas Pengaturan Hukum Humaniter Internasional,” Kampus Akad. Publ. J. Multidisiplin Ilmu Akad., vol. 2, no. 5, pp. 390–405, 2025.
[5] D. I. Sholikah, “Lethal Autonomous Weapon System dilihat dari Hukum Humaniter Internasional,” J. Bedah Huk., vol. 7, no. 2, pp. 134–158, 2023.
[6] J. Marous, “How Financial Institutions Are Turning AI Into ROI.” [Online]. Available: https://thefinancialbrand.com/news/artificial-intelligence-banking/artificial-intelligence-ai-banking-trends-67498
[7] M. Haenlein and A. Kaplan, “A Brief History of Artificial Intelligence: On the Past, Present, and Future of Artificial Intelligence,” Calif. Manage. Rev., pp. 1–10, 2019, doi: 10.1177/0008125619864925.
[8] R. M. Fahd and B. D. Waluyo, “Telaah Konstruktivis Partisipasi Cina dalam the Campaign to Stop Killer Robots,” Indones. J. Int. Relations, vol. 4, no. 2, pp. 92–113, 2020, doi: 10.32787/ijir.v4i2.123.
[9] C. Caruso, “The Risks of Artificial Intelligence in Weapons Design: Researchers outline dangers of developing AI-powered autonomous weapons,” Harvard Medical School, USA, Aug. 07, 2024. [Online]. Available: https://hms.harvard.edu/news/risks-artificial-intelligence-weapons-design
[10] N. Kumar, “AI Enabled Cyber Warfare: A Critical Study of National and International Legal Framework for AI Enabled Cyber Warfare,” Bahra University Himachal Pradesh, 2025.
[11] T. Yuwono, R. R. Harahap, and B. Sipahutar, “Artificial Intelligence dalam Autonomous Weapon Systems: Masalah Teknis atau Masalah Hukum?,” Uti Possidetis J. Int. Law, vol. 3, no. 3, pp. 293–319, 2022.
[12] ICRC, “Artificial intelligence and machine learning in armed conflict: A human-centred approach,” Int. Rev. Red Cross, vol. 102, no. 913, pp. 463–479, 2020, doi: 10.1017/S1816383120000454.
[13] D. McGuinness, “How a cyber attack transformed Estonia,” BBC News, Tallinn, Estonia, Apr. 27, 2017. [Online]. Available: https://www.bbc.com/news/39655415
[14] S. J. Barela, “Digital Disinformation Operations in Armed Conflict,” Geneva Acad. Acad. Int. Humanit. Law Hum. Rights, 2025, [Online]. Available: https://geneva-academy.ch/wp-content/uploads/2025/09/Digital-disinformation-operations-in-Armed-Conflict-1.pdf
[15] ICRC, “Declaration Renouncing the Use, in Time of War, of Explosive Projectiles Under 400 Grammes Weight. Saint Petersburg, 29 November / 11 December 1868.” Accessed: Jan. 02, 2026. [Online]. Available: https://ihl-databases.icrc.org/en/ihl-treaties/st-petersburg-decl-1868
[16] ICRC, “Project of an International Declaration concerning the Laws and Customs of War. Brussels, 27 August 1874.” Accessed: Jan. 02, 2026. [Online]. Available: https://ihl-databases.icrc.org/en/ihl-treaties/brussels-decl-1874
[17] ICRC, “Final Act Of the International Peace Conference. The Hague, 29 July 1899.” Accessed: Jan. 02, 2026. [Online]. Available: https://ihl-databases.icrc.org/en/ihl-treaties/hague-finact-1899
[18] N. Melzer, Hukum Humaniter Internasional: Sebuah Pengantar Komprehensif. Jakarta: ICRC Indonesia, 2019.
[19] ICRC, “Martens Clause.” Accessed: Jan. 02, 2026. [Online]. Available: https://casebook.icrc.org/a_to_z/glossary/martens-clause





