Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kesadaran Hukum Keluarga Islam di Kalangan Generasi Muda Muslim Era Digital
The Role of Islamic Religious Education in Forming Islamic Family Law Awareness among Young Muslims in the Digital Era
Abstract
Artikel ini menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kesadaran hukum keluarga Islam di kalangan generasi muda Muslim era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan, teori pendidikan Islam, teori kesadaran hukum, teori sosialisasi hukum, dan teori literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan strategis dalam menanamkan nilai tauhid, akhlak, tanggung jawab, keadilan, dan kepatuhan hukum. PAI perlu menghubungkan materi agama dengan isu perkawinan, hak dan kewajiban suami-istri, pendidikan anak, perlindungan keluarga, perceraian, dan etika digital. Artikel ini merekomendasikan penguatan PAI melalui literasi hukum keluarga, pedagogi digital, kolaborasi keluarga-sekolah-masyarakat, serta produksi konten keislaman yang valid, kontekstual, dan ramah generasi muda.
References
APJII. (2024). Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id
Arifuddin, A., Yosi, N., & Marlina, M. (2024). The Role of Islamic Religious Education in Shaping Student Character in the Digital Era. Al-Tarbiyah: Journal of Islamic Education, 2(1), 70–78. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i1.717
Asikin, H. (2024). Understanding Islamic Religious Education Literacy in the Digital Era. BERNAS: Journal of Community Service, 5(1), 1178–1186. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7221
Aziz, A. (2024). Characteristics of the Compilation of Islamic Law in Indonesia: A Study of Legal Pluralism. International Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(4), 1–15.
Badan Pusat Statistik. (2025). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor Penyebab Perceraian, 2024. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2026). Proporsi Perempuan Umur 20–24 Tahun yang Berstatus Kawin atau Hidup Bersama Sebelum Umur 18 Tahun Menurut Provinsi. https://www.bps.go.id
Badilag Mahkamah Agung RI. (2024). Kumpulan Dataset Perkara Peradilan Agama Tahun 2024. https://pusatdata.badilag.net
Bunt, G. R. (2018). Islam in the Digital Era: E-jihad, Online Fatwas and Cyber-Islamic Environments. Contemporary Islam, 12(3), 229–244. https://doi.org/10.1007/s11562-018-0411-3
Damayanti, I. N. P. (2025). Tantangan Gen Z dalam Memahami Ideal Moral Hukum Perkawinan Islam di Era Digital. Qosim: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora, 3(2), 1–12.
Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.
Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Indonesia. (1975). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Jauhari, M. T. (2020). Design of Islamic Religious Education Learning Development in Schools and Madrasas. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(2), 328–341.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2026). Lindungi Hak Anak, Pemerintah Perkuat Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak. https://www.kemenpppa.go.id
Kompilasi Hukum Islam. (1991). Buku I Hukum Perkawinan.
Kulsum, U., & Muhid, A. (2022). Character Education through Islamic Religious Education in the Era of the Digital Revolution. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(2), 157–170.
Law, N., Woo, D., de la Torre, J., & Wong, G. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.
Mardani. (2017). Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Kencana.
Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Nasution, K. (2016). Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesia dan Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Muslim. Academia Tazzafa.
OECD. (2021). 21st-Century Readers: Developing Literacy Skills in a Digital World. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/a83d84cb-en
Putra, Y. (2025). Juridical Study on the Marriage Crisis among Millennials under Islamic Family Law: An Ethnographic Study on TikTok. Iklila: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 8(1), 1–18.
Salamah, A. (2023). Legal Awareness of the Community Regarding Islamic Family Law in Indonesia. Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law, 3(2), 1–15.
Shihab, M. Q. (2015). Pengantin Al-Qur’an: Kalung Permata Buat Anak-Anakku. Lentera Hati.
Soekanto, S. (1982). Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. Rajawali Press.
Taufik, M. (2020). Strategic Role of Islamic Religious Education in Strengthening Character Education in the Era of Industrial Revolution 4.0. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 20(1), 86–104. https://doi.org/10.22373/jiif.v20i1.5797
UNESCO. (2023). Global Education Monitoring Report 2023: Technology in Education—A Tool on Whose Terms? UNESCO.
UNICEF. (2017). The State of the World’s Children 2017: Children in a Digital World. UNICEF.
UNICEF Innocenti. (2025). Childhood in a Digital World. UNICEF Innocenti Global Office of Research and Foresight.
UNICEF Indonesia. (2025). A Teenager’s Brave Journey Saying No to Child Marriage. https://www.unicef.org/indonesia
Yusuf, S. S. M. D. (2025). Marriage Anxiety among Generation Z and Millennials: Influence of Social Media and Islamic Family Law. Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam, 11(1), 1–18.
