FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ZAT PEWARNA PADA JAJANAN DI LAPANGAN VATULEMO PALU

Wulandari Wulandari(1*), Sudirman Sudirman(2), Finta Amalinda(3)


(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.831

Abstract


Zat pewarna merupakan suatu benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yang diwarnai. Zat warna sintetik merupakan zat warna yang berasal dari zat kimia yang sebagian besar tidak dapat digunakan sebagai pewarna makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama fungsi hati didalam tubuh kita. Zat pewarna yang tidak sesuai dengan syarat pemakaian dalam minuman jajanan menjadi salah satu masalah keamanan pangan sehingga dapat merugikan konsumen dari segi kesehatannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan zat pewarna pada Jajanan di Lapangan Vatulemo Palu.

Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan Cross sectional study melalui uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 40 orang dan sampel merupakan total populasi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,001) ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,003) ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara tindakan dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,000) ≤ 0,05. Hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak.

Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan kepada instansi yang terkait untuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi mengenai penggunaan zat pewarna pada jajanan untuk mencegah bahaya penggunaan zat pewarna terhadap kesehatan konsumen. Kepada pedagang untuk menghindari penggunaan zat pewarna pada jajanan yang dijual. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan mengembangkan penelitian ini untuk jenis minuman lainnya.

 

Kata Kunci                           : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Zat Pewarna


References


Hidayah, 2016. Zat pewarna sintetik. Buku kedokteran EGC. Jakarta.

Judarwanto, W. 2008. Perilaku Makan Anak Sekolah. http://Iudruk.com.

Maruwu. P. L, 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pedagang Terhadap penggunaan Zat Pewarna Rhodamin B Pada Makanan Jajanan Tradisional Di Lokasi Wisata Taman Kota Semarang. Skripsi Tidak Diterbitkan. (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Semarang).

Murtiyanti. M, dkk. 2013. Identifikasi Penggunaan Zat Pewarna Pada Pembuatan Kerupuk dan Faktor Perilaku Produsen. UNS, Semarang.

Notoatmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, PT.Rineka Cipta, Jakarta.

Novita. S, 2013. Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pedagang Jajanan Tentang Pemakaian Natrium Siklamat dan Rhodamin B. JFKM UNAIR (Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga). Volume 1 No. 2.

Pratiwi. N. D, 2013. Identifikasi Rhodamin B Pada Sirup Yang Digunakan Pedagang Di Desa Kesiman Kertalangu Kecamatan Denpasar Timur. JIGFKM (Jurnal Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat). Volume 4 No. 2.

Purba, E.R, 2010. Analisis Zat Pewarna Pada Minuman. JFKM UNSUMUT (Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara). Medan

Robbaniyah, I. (2017). Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Zat Warna Rhodamin B Pada Makanan dan Minuman Yang Dijual Oleh Penjual Di Kelurahan Mustika Jaya Bekasi. Skripsi Tidak Diterbitkan. (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Winarti, S. 2010. Stabilitas Warna Merah Ekstrak Bunga Rosela Untuk Pewarna Makanan dan Minuman. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 11 No. 2. Surabaya : Jurusan Teknologi Pangan, Fak. Tek. Industri, Univ. Pembangunan Nasional “Veteran”.


Article Statistic

Abstract view : 56 times


Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.