FAKTOR-FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN MENJADI PERKEBUNAN DI DESA BUKIT HARAPAN KECAMATAN BULU TABA KABUPATEN MAMUJU UTARA

Sudarton Sudarton(1*), Rafiuddin Rafiuddin(2), Anwar Anwar(3)


(1) Bagian Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian Kebijakan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian Perhutanan Sosial, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.475

Abstract


Dinamika ekonomi pasar bahwa, perubahan penggunaan lahan terjadi dari aktivitas dengan land rent yang lebih rendah ke aktivitas land rent yang lebih tinggi. Land rent diartikan sebagai nilai keuntungan bersih dari aktivitas pemanfaatan lahan per satuan luas lahan dan waktu tertentu. Pada kenyataannya seringkali terjadi berbagai distorsi yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan menjadi tidak efisien karena land rent aktivitas tertentu (pertanian dan non budidaya) tidak sepenuhnya mencerminkan manfaat ekonomi yang dihasilkannya akibat berbagai eksternalitas yang ditimbulkan tidak terlihat dalam nilai pasar yang berlangsung. Hal ini menyebabkan proses perubahan penggunaan lahan tidak disertai dengan meningkatnya produktivitas lahan melainkan justru terjadi penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong alih fungsi lahan hutan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Bulu Taba Kabupaten Mamuju Utara yang dimulai pada Bulan Oktober 2017 sampai Bulan Desember 2017. Penentuan sampel dilakukan dengan metode Snow-ball sampling (penentuan responden secara berantai) dan menggunakan metode analisis data Deskriptif. Peneliti menentukan jumlah responden 50 orang yaitu masyarakat Desa Bukit Harapan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor pendorong alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Bulu Taba Kabupaten Mamuju Utara yaitu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat, faktor pendidikan dan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun-ketahun sehingga kebutuhan lahan untuk pemukimanpun semakin bertambah.


Full Text:

PDF

References


Bungin. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Juslianty. 2012. Analisis Rencana Pemanfaatan Hutan Produksi Untuk Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat Pada KPH Model Dampelas-Tinombo. Desa Kambayang Kecamatan Dampelas. Skripsi. Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako, Palu.

Rafiuddin, R., Basri, M., & Azis, M. (2017). URGENSI PENGGUNAAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR WILAYAH II KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN. In Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar 2017 (pp. 147–157).

Rafiudin. (2012). SISTEM ADMINISTRASI PENGELOLAAN HUTAN (STUDI KASUS) PADA KANTOR DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MOROWALI SULAWESI TENGAH. Jurnal Sains Dan Teknologi, 13(1), 37–49.

Rafiudin, & Alam, A. S. (2016). STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM HKM DI DESA TRANS SAUSU KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH. In Seminar Internasional Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako Palu (Vol. 1, p. 59).

Nugraha, Agung. 2015. Menyonsong Perubahan Menuju Evitalisasi Sektor Kehutanan. Wirma Aksara. Jakarta.

Paramitasari, 2010. Tingkat Pendidikan Mempengaruhi Cara Berpikir dan Berusaha Pada Manusia. Pdf.

Rahmawati. 2004. Pemanfaatan dan Pengelolaan Hutan.


Article Statistic

Abstract view : 276 times
PDF views : 88 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.