Analisis Nilai Tambah Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir Industri Bawang Goreng di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala

Analysis of Added Value of Fried Onion Industry Women Farmer Group (KWT) Carnations in Labuan Toposo Village, Labuan District, Donggala Regency

  • Marliyah Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Haeruddin Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Djamal Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
Keywords: Kelompok Wanita Tani, Bawang Goreng, Nilai Tambah

Abstract

Pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng dapat memperpanjang daya simpan produk dan jangkauan pemasarannya yang lebih luas, dengan penerapan teknologi yang tepat diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi tersebut sehingga diperoleh produk olahan yang berkualitas, mendapatkan hasil yang lebih tinggi dan bisa terbentuk home industri. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah menganalisi nilai tambah olahan bawang merah pada Industri bawang Goreng Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir.Lokasipenelitian ditentukan secara sengaja (purposive), di Desa Labuan Toposo terdapat Kelompok Wanita Tani Anyelir yang mengolah industri pengolahan bawang goreng. Responden dalam penelitian ini adalah Kelompok Wanita Tani Anyelir yang mengolah industri pengolahan bawang goreng.Berdasarkan hasil penelitian pada Kelompok Wanita Tani Anyelirdi Desa Labuan Toposo dengan menganalisis nilai tambah pengolahan bawang menjadi olahan bawang goreng bahwa bahwa Kegiatan usaha pengolahan bawang gorengmempunyai nilaitambah sebesar Rp 57.46/ kg bahan baku.

References

Agung, I. G., Pasay, N. A., & Sugiharso. (2013). Teori Ekonomi Mikro: Suatu Analisis Produksi Terapan.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Antara, Made. 2001. Sistem Pengembangan Agribisnis HortikulturaBerkelanjutan Dan Berdaya Saing TinggiDi Kawasan Timur Indonesia. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Denpasar-Bali.Vol, 1. No, 2(Online). http://id.portalgaruda.org/. Di akses 08 Desember 2017.
Badan Pusat Statistik. 2018. Sulawesi Tengah Dalam Angka. : Badan Pusat Statistik Provinsi Slawesi Tengah.
Estu, Rahayu, dan Berlian VA, Nur.2007. Bawang Merah.Penebar Swadaya.Jakarta
Hadi, S., 2011.Analisis Kecenderungan Perubahan Harga Bawang Goreng Palu di Kota Palu Sulawesi Tengah. Skripsi, Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Universitas Tadulako, Palu.
Ibrahim, J. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. PT. Rineka Cipta. Jakarta
Mulyadi, Drs., 2005. Akuntansi Biaya Untuk Manajemen., edisi ke 4, Yogyakarta: BPFE, Universitas Gajah Mada.
Purwaningsih, Eko. (2005). Bawang Merah.Ganeca Exact: Bandung.
Rahayu, E, dan Berlian, N. 2004. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Saragih, B. (2011). Suara dari Bogor: Membangun Sistem Agribisnis. Bogor: Yayasan USESE bekerjasama dengan Sucofindo.
Soekartawi. 2005. Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Supriyono, R.A., 2000. Akuntansi Biaya, Perencanaan dan Pengendalian Biaya.
Sukirno, Sadono. 2013. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Published
2022-02-02
Section
Articles