Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Benih Bersertifikat di Desa Pandere Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi

Income and Feasibility of Rice Farming Certified Seeds in Gumbasa District Pandere Village Sigi District

  • Syaiful Bachri Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Muhammad Syaifuddin Nasrun Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Marlina Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
Keywords: Pendapatan, Kelayakan, Padi Sawah, Benih Bersertifikat

Abstract

Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peran pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani. Kabupaten  Sigi  adalah  salah  satu kabupaten  di Propvinsi Sulawesi Tengah yang  memberikan  konstribusi  terhadap  produksi padi Sulawesi Tengah, sehingga produksi padi di Kabupaten Sigi akan mempengaruhi jumlah produksi padi dan ketersediaan stok pangan Sulawesi Tengah.  Karena itu maka keberlangsungan produksi padi di Kabupaten Sigi bukan hanya menjadi perhatian pemerintah tapi juga seluruh penduduk terutama petani dan institusi yang terkait. Permasalahannya adalah berapa besar pendapatan yang diperoleh petani padi sawah menggunakan benih bersertifikat dan apakah usahatani padi sawah menggunakan benih bersertifikat di Desa Pandere Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi layak untuk diusahakan. Sampel penelitian menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dan sampel yang diambil adalah 30 orang dari 187 petani yang menggunakan benih bersertifikat. Hasil penelitian bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh melalui usahatani padi sawah benih bersertifikat di Desa Pandere adalah Rp 32.229.582,82/ha /musim tanam dan usahatani padi sawah di Desa Pandere layak diusahakan, dengan nilai R/Cratio sama dengan 5,19, artinya dengan pengeluaran Rp 1 akan memperoleh penerimaan Rp 5,19/ha/musim tanam.

References

Apriantono, 2007. Konsep pembangunan pertanian. (Online) htpp://www.deptan.go.id/renbangtan/ Konsep_ Pembangunan_ Pertanian.pdf). Diakses 20 Juni 2021.
BPTP, 2010. Petunjuk Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah. Dinas Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Sulawesi Tengah, Palu.
Hamdhan. 2013. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Sawah di Bengkulu. Balai Pengkaji Teknologi Pertanian. Bengkulu.
Ilham, T. 2010. Diversifikasi Pangan dan Penyuluhan Pertanian Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Nasional.
Junandar dan Uun, 2008. Analisis Padi Sawah di Kabupaten Pandeglang. “http://dispertanak. pandeglang.go.id/artikel_07.htm”. Diakses 15 Juni 2021.
Published
2022-02-02
Section
Articles