ANALISIS JALUR EVAKUASI MELALUI TANGGA UTAMA GEDUNG KAMPUS ITSB DENGAN PENDEKATAN SIMULASI
Abstract
Gedung utama kampus Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB) merupakan bangunan pendidikan bertingkat empat yang pada kondisi eksisting hanya memiliki satu jalur evakuasi vertikal berupa tangga utama sebagai akses turun menuju lantai dasar. Tidak tersedianya tangga darurat atau jalur evakuasi vertikal alternatif menyebabkan seluruh penghuni bergantung pada satu jalur yang sama, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan dan kemacetan pada area tangga serta bordes saat terjadi kondisi darurat seperti gempa bumi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja jalur evakuasi melalui tangga utama gedung ITSB menggunakan simulasi Thunderhead Pathfinder v2023.2.0816, dengan fokus pada evaluasi waktu evakuasi total, tingkat kepadatan penghuni, serta identifikasi titik kemacetan (bottleneck) pada jalur evakuasi vertikal. Selain kondisi eksisting, penelitian ini juga menguji rekomendasi penyesuaian geometri pada area bordes/titik masuk tangga sebagai upaya mengurangi konflik arus pergerakan.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting terjadi peningkatan kepadatan dan antrean pada area transisi menuju tangga serta peralihan antar lantai, terutama pada skenario dengan jumlah penghuni tinggi. Setelah dilakukan simulasi penyesuaian geometri pada area bordes pada perangkat lunak Thunderhead Pathfinder, pola pergerakan agen menjadi lebih terdistribusi sehingga potensi bottleneck berkurang dan aliran evakuasi lebih stabil dibandingkan kondisi eksisting. Berdasarkan pembandingan terhadap acuan standar, skenario tertentu masih berada dalam rentang waktu evakuasi standar nasional (SNI 03-1746-2000), sedangkan pada kondisi terpadat kinerja evakuasi dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas jalur tangga tunggal.


