RESPON STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MODULAR DENGAN ANALISIS PUSHOVER

  • Afsa Luxij Nurdiansyah Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Erma Desimaliana Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Ratih Dewi Shima Institut Teknologi Nasional Bandung

Abstract

Indonesia berada pada wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, sehingga bangunan publik seperti gedung sekolah rentan terhadap kerusakan akibat gempa bumi. Sistem bangunan modular Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) menjadi alternatif untuk percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik gedung sekolah ketidakberaturan dengan sistem modular RISHA. Metode yang digunakan adalah analisis statis nonlinier (pushover analysis) dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Hasil analisis gaya dalam menunjukkan bahwa elemen struktur mampu menahan beban gravitasi dan lateral dengan rasio kapasitas di bawah batas izin. Analisis simpangan antar lantai menunjukkan bahwa lantai 1 memenuhi batas izin, sedangkan lantai 2 tidak memenuhi batas simpangan, hal ini disebabkan karena distribusi kekakuan yang tidak merata dan sambungan antar modul yang bersifat semi-rigid. Berdasarkan analisis pushover dengan batas simpangan 2% tinggi bangunan (120 mm), kinerja struktur berada pada tingkat Immediate Occupancy (IO) pada kondisi maksimum simpangan total dan Damage Control pada kondisi maksimum simpangan in elastis. Hal ini menunjukkan bahwa deformasi dan kerusakan struktural masih bersifat terbatas, sehingga sistem modular RISHA berpotensi diterapkan sebagai gedung sekolah di wilayah rawan gempa dengan peningkatan kekakuan struktur pada lantai atas

References

[1] N. A. Simanjuntak and O. Meilawaty, “Analisis Perilaku Struktur Bangunan Rumah Metode RISHA dan RIKO Ditinjau Terhadap Gempa Linier Dinamik Respon Spektrum di Kabupaten Minahasa Selatan,” J. Serambi Eng., vol. IX, no. 3, pp. 10106–10114, 2024, [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/394
[2] G. F. Waworuntu, M. D. J. Sumanouw, and R. S. Windah, “Evaluasi Kemampuan Struktur Rumah Tinggal Sederhana Akibat Gempa,” J. Sipil Statik, vol. 2, no. 4, pp. 191–200, 2014.
[3] A. P. Rani, D. DS, and K. Lahji, “Penerapan Konsep Modular Arsitektur Dalam Perancangan Apartemen Low Rise,” Pros. Semin. Intelekt. Muda, vol. 3, no. 1, pp. 314–321, 2021, doi: 10.25105/psia.v3i1.13058.
[4] Budi Setiawan, Richardus Eko Indrajit, and Erick Dazki, “Bangunan Modular Low-Rise Untuk Rumah Tinggal Di Kawasan Kabupaten Tangerang,” Padur. J. Tek. Sipil Univ. Warmadewa, vol. 11, no. 2, pp. 147–156, 2022, doi: 10.22225/pd.11.2.4563.147-156.
[5] F. Dyastari, A. S. Ekomadyo, and B. Tyaghita, “Penerapan Konsep Modular dalam Perancangan Rumah Susun Berdasarkan Right Conservation Method,” pp. D037–D042, 2017, doi: 10.32315/ti.6.d037.
[6] F. Sulthan, “Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Pasca Bencana Gempa Bumi Tahun 2018 di Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB Menggunakan Konstruksi RISHA,” Cantilever, vol. 8, no. 2, pp. 37–43, 2020, doi: 10.35139/cantilever.v8i2.11.
[7] A. Sabaruddin and N. P. Sukmana, Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Bandung: Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, 2015.
[8] E. Irawanto, V. H. Rahmawati, and B. H. Widayanti, “Efektivitas Pembangunan Rumah RISHA, Rika dan Riko (3R) Bagi Masyarakat Terdampak Gempa,” J. Planoearth, vol. 5, no. 1, pp. 20–24, 2020.
[9] P. Mueller, “Seismic Behavior of Precast Walls.,” vol. 2, no. 10, pp. 1239–1249, 1986.
[10] B. S. Nasional, “Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain,” BSN, Jakarta, 2020.
[11] B. S. Nasional, “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung,” BSN, Jakarta, 2019.
[12] Y. Oktopianto and R. Andayani, “Evaluasi Kinerja Struktur Beton Bertulang dengan Pushover Analysis,” 2013, Indonesia.
[13] E. Desmaliana and T. Arifin, “Analisis Pushover terhadap Variasi Penempatan High Damping Rubber Bearing (HDRB) pada Struktur Gedung Bertingkat,” J. Sustain. Constr., vol. 1, no. 1, pp. 11–20, 2021, doi: 10.26593/josc.v1i1.5239.
[14] R. M. Fathoni and E. Desimaliana, “Evaluasi Kinerja Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut dengan Analisis Pushover Metode ATC-40,” RekaRacana J. Tek. Sipil, vol. 10, no. 2, p. 133, 2024, doi: 10.26760/rekaracana.v10i2.133.
[15] A. T. Council, “Seismic Evaluation and Retrofit of Concrete Buildings (ATC-40),” 1996.
[16] F. S. Siadari, E. Desimaliana, and A. S. Arifin, “Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Café di Kabupaten Bandung dengan Time History Berdasarkan FEMA 356,” RekaRacana J. Tek. Sipil, vol. 10, no. 3, p. 211, 2025, doi: 10.26760/rekaracana.v10i3.211.
Published
2026-08-13
How to Cite
[1]
A. Luxij Nurdiansyah, E. Desimaliana, and R. Dewi Shima, “RESPON STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MODULAR DENGAN ANALISIS PUSHOVER”, JST, vol. 3, no. 3, pp. 1-10, Aug. 2026.