Pengaruh Kepemimpinan Dan Imbalan Terhadap Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Datu Beru Takengon

  • Muhammad Crystandy Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia Medan
  • Ida Lestari Tampubolon Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia Medan
  • Khoirotun Najihah Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia Medan

Abstract

Perawat merupakan salah satu tim pelayanan kesehatan terbesar yang dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan organisasi di rumah sakit. Perawat sebagai ujung tombak dalam melakukan pelayanan kesehatan harus sebanding dengan kinerja yang dilakukan. Rumah Sakit Datu Beru Takengon menunjukan adanya kurangnya kinerja perawat yang diberikan kepada pasien, rendahnya kinerja perawat tersebut dapat terjadi di karenakan oleh rendahnya pengawasan oleh kepemimpinan keperawatan dan pemberian imbalan yang sering terlambat. Dari hal tersebut dapat diketahui faktor kepemimpinan dan imbalan menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon. Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory research dengan populasi sebanyak 131 orang perawat honorer dan jumlah sampel sebanyak 99 orang perawat. Analisa data  dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat dengan nilai P hitung (0.001) < P tabel (0.05) dengan besarnya pengeruh kepemimpinan dengan nilai OR (odd ratio) Ekp (B) sebesar 17.179 dan tidak ada pengaruh imbalan terhadap kinerja perawat dengan nilai P hitung (0.131) > P tabel (0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada pengeruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat, dan tidak ada pengaruh imbalan terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Datu Beru Takengon.

 

References

Sahar J. Sistem penghargaan terhadap kinerja perawat melaksanakan asuhan keperawatan. 2010;

Wibowo SE, Phil M. Manajemen kinerja. Raja Graf Persada, Jakarta. 2007;

Robbins SP, Judge TA. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)(Edisi 16). Jakarta: Salemba Empat. 2015;

Ilyas Y. Kinerja: Teori, penilaian dan penelitian. Jakarta Pus Kaji Ekon Kesehat FKM UI. 2002;

Mangkunegara AP, Prabu A. Perilaku dan budaya organisasi. Bandung: Refika Aditama. 2005;

Siagian PS. Kepemimpinan Organisasi & Perilaku Administrasi. Jakarta: Penerbit Gunung Agung. 2002;

Effendi S. Tukiran. 2012. Metod Penelit Survei. 2012;190–2.

Sugiyono P. Dr. 2010. Metod Penelit Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Bandung CV Alf.

Yanti NE. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kinerja Perawat Ruangan Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa. Pengaruh Perilaku Kepemimp Kepala Ruangan Terhadap Kinerja Perawat Ruangan Ina Di Rumah Sakit Umum Drh Kota Langsa.

Published
2019-01-15
How to Cite
Crystandy, M., Tampubolon, I. L., & Najihah, K. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Dan Imbalan Terhadap Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2(1), 61-68. https://doi.org/10.56338/mppki.v2i1.532