Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA
<p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p>Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Paluen-USIqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman0216-4949<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a></p><p><strong>IQRA: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman </strong>is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. </p>Integrasi Teknologi dan Spiritualitas: Strategi Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 5.0
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/10431
<p>Perkembangan Revolusi Industri 5.0 telah memunculkan fakta berupa transformasi besar dalam dunia pendidikan Islam, ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, media pembelajaran daring dan platform digital keagamaan. Kondisi ini juga membawa peluang peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi sekaligus dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap degradasi nilai spiritual, etika digital, dan pembentukan akhlak bagi peserta didik. Fakta literatur menunjukkan bahwa penelitian terdahulu umumnya menempatkan teknologi dan spiritualitas sebagai dua entitas terpisah, dengan fokus dominan pada efektivitas pedagogis teknologi atau dampak media digital terhadap religiositas, tanpa menghadirkan kerangka integratif yang holistik. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan teknologi dan spiritualitas secara seimbang dalam konteks Revolusi Industri 5.0, khususnya melalui studi kualitatif di MTS DDI Majene. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan peluang digitalisasi pendidikan Islam, merumuskan model pembelajaran holistik berbasis nilai, serta mengevaluasi kesiapan pendidik dan institusi dalam mengelola integrasi digital dan spiritual. Argumen utama penelitian ini menegaskan bahwa teknologi tidak bersifat netral, melainkan dapat menjadi alat dalam penguatan nilai spiritual apabila dikelola dalam kerangka pedagogis yang terarah, beretika, dan berorientasi akhlak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan spiritualitas telah berlangsung secara nyata, ditandai oleh adanya perubahan pola pembelajaran, meningkatnya keterlibatan peserta didik, serta munculnya kesadaran institusional terhadap pentingnya etika digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam di era revolusi industry 5.0 memerlukan paradigma integratif yang menyeimbangkan kecakapan digital dan pembinaan spiritual. Temuan ini menjadi rujukan konseptual dan praktis bagi pengembangan Pendidikan islam berbasis teknologi bernilai spiritual ditingkat madrasah.</p> <p><em>The development of the Industrial Revolution 5.0 has given rise to the fact in the form of a major transformation in the world of Islamic education, marked by the massive use of digital technology such as artificial intelligence, online learning media and religious digital platforms. This condition also brings opportunities to improve the quality of learning, but at the same time can raise concerns about the degradation of spiritual values, digital ethics, and moral formation for students. Literature facts show that previous research has generally placed technology and spirituality as two separate entities, with a dominant focus on the pedagogical effectiveness of technology or the impact of digital media on religiosity, without presenting a holistic integrative framework. This gap is the background of this research. The purpose of the research is to formulate an Islamic education strategy that is able to integrate technology and spirituality in a balanced manner in the context of the Industrial Revolution 5.0, especially through qualitative studies at MTS DDI Majene. This research aims to identify challenges and opportunities for the digitalization of Islamic education, formulate a value-based holistic learning model, and evaluate the readiness of educators and institutions in managing digital and spiritual integration. The main argument of this study emphasizes that technology is not neutral, but can be a tool in strengthening spiritual values if managed in a pedagogical framework that is directed, ethical, and morally oriented. The findings of the study show that the integration of technology and spirituality has taken place in real terms, marked by changes in learning patterns, increased student involvement, and the emergence of institutional awareness of the importance of digital ethics. Thus, this study emphasizes that Islamic education in the era of the industrial revolution 5.0 requires an integrative paradigm that balances digital skills and spiritual guidance. This finding is a conceptual and practical reference for the development of technology-based Islamic education with spiritual value at the madrasah level.</em></p>Ahmad MunirNurhayati Ali Abdul AnasNurul HijranaAinun
Copyright (c) 2026 Ahmad Munir
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-20212788510.56338/iqra.v22i2.10431Pengembangan UMKM dalam Upaya Pemberdayaan Wirausaha Lokal di Polewali Mandar
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11266
<p>Pokok masalah dalam penelitian ini adalah: Apa saja hambatan utama yang dihadapi dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar? Dan bagaimana model strategi pemberdayaan wirausaha lokal yang efektif dan berkelanjutan di Polewali Mandar? Artikel ini mengkaji strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai instrumen pemberdayaan wirausaha lokal di Kabupaten Polewali Mandar. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, pelaku UMKM di daerah ini masih menghadapi lingkaran setan keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, dan akses pasar yang mandek. Artikel ini merumuskan masalah, menganalisis hambatan, serta menawarkan solusi integratif berupa sinergi pentahelix untuk mendorong kemandirian ekonomi local. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Pengembangan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar memerlukan transformasi dari model bantuan sosial transaksional menjadi pemberdayaan berbasis ekosistem yang berkelanjutan. Hambatan modal dan pasar hanya dapat diselesaikan jika literasi digital dan kapasitas manajerial wirausaha lokal ditingkatkan terlebih dahulu. Sinergi Pentahelix yang memanfaatkan kearifan lokal setempat menjadi kunci utama agar UMKM di Polewali Mandar mampu naik kelas, mandiri, dan berdaya saing di kancah nasional maupun internasional. Implikasi penelitian ini adalah untuk pengembangan UMKM diperlukan peningkatan Kerjasama dengan sektor swasta dan pemerintah,peningkatan akses modal, program pendanaan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan wirausaha lokal diPolewali Mandar.</p> <p><em>The main problem in this research is: What are the main obstacles faced in the development of MSMEs in Polewali Mandar Regency? And what is the model of an effective and sustainable local entrepreneurial empowerment strategy in Polewali Mandar? This article examines the development strategy of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as an instrument for empowering local entrepreneurs in Polewali Mandar Regency. Despite having abundant natural resource potential, MSMEs in this region still face a vicious cycle of limited capital, low digital literacy, and stagnant market access. This article formulates the problem, analyzes the obstacles, and offers an integrative solution in the form of pentahelix synergy to encourage local economic independence. The results of this study reveal that MSME development in Polewali Mandar Regency requires a transformation from a transactional social assistance model to a sustainable ecosystem-based empowerment. Capital and market barriers can only be overcome if digital literacy and the managerial capacity of local entrepreneurs are first improved. Pentahelix synergy that utilizes local wisdom is the main key for MSMEs in Polewali Mandar to be able to move up a class, become independent, and competitive on the national and international stage. The implication of this research is that for the development of MSMEs, it is necessary to increase cooperation with the private sector and government, increase access to capital, and provide funding programs to create an ecosystem that supports the empowerment of local entrepreneurs in Polewali Mandar.</em></p>Muh. Irwan TMuh. Yunus. D
Copyright (c) 2026 muh. irwan t irwan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-20212869110.56338/iqra.v22i2.11266Implementasi Metode Tahsin dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11685
<p>Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tartil merupakan kompetensi dasar yang penting bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, namun masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam penerapan tajwid, makharijul huruf, serta panjang pendek bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode tahsin, upaya guru dalam menerapkan metode tahsin, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur'an dengan tartil di MI Bait Qur'any DDI Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru tahsin, dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, spenyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tahsin diterapkan secara terstruktur melalui pendekatan talaqqi dan musyafahah yang menekankan perbaikan makhraj huruf, hukum tajwid, dan kelancaran bacaan. Upaya guru mencakup pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran, bimbingan individual, koreksi bacaan langsung, dan evaluasi berkala. Implementasi metode tahsin terbukti mampu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik secara signifikan, khususnya dalam aspek ketepatan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, dan kemampuan membaca secara tartil.</p> <p><em>The ability to read the Qur'an with tartil is a fundamental competency for students at the Islamic Primary School (Madrasah Ibtidaiyah) level, yet difficulties in applying tajwid rules, makharijul huruf, and proper vowel lengths are still commonly found. This study aims to describe the implementation of the tahsin method, teachers' efforts in applying it, and the supporting and inhibiting factors in improving students' Qur'an reading ability with tartil at MI Bait Qur'any DDI Jayapura City. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Research subjects included the principal, tahsin teachers, and students. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. Results indicate that the tahsin method is implemented in a structured manner through talaqqi and musyafahah approaches emphasizing the correction of makharijul huruf, tajwid rules, and reading fluency. Teacher efforts encompass pre-lesson Qur'an recitation habituation, individual guidance, direct reading correction, and periodic evaluation. The implementation of the tahsin method is proven to significantly improve students' Qur'an reading quality, particularly in the accuracy of makharijul huruf, application of tajwid rules, and the ability to read with tartil.</em></p>Miftahul UlumMuh. Abdul MukhtiZaidir
Copyright (c) 2026 Miftahul Ulum, Muh. Abdul Mukhti, Zaidir
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-20212929710.56338/iqra.v22i2.11685Pengembangan Manajemen Mutu Pendidikan Islam di Pesantren
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11523
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas pembelajaran, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di era global. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kompetensi peserta didik. Namun, tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan menuntut pesantren untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual terhadap berbagai teori manajemen mutu, kebijakan pendidikan Islam, serta praktik pengelolaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan kurikulum yang integratif, optimalisasi budaya mutu, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Selain itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengasuh pesantren, tenaga pendidik, santri, orang tua, dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan implementasi manajemen mutu. Penelitian ini menawarkan model pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, efektivitas organisasi, dan peningkatan kualitas lulusan. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan Islam yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</p> <p><em>This study aims to analyze and develop a quality management model for Islamic education in Islamic boarding schools (pesantren) as an effort to improve educational service quality, learning effectiveness, and institutional competitiveness in the global era. As one of the oldest Islamic educational institutions, pesantren play a strategic role in shaping students’ character, morality, and competencies. However, the rapid advancement of science and technology, along with increasing public demands for educational quality, requires pesantren to implement systematic, measurable, and sustainable quality management practices. This study employs a qualitative approach using literature review and conceptual analysis of quality management theories, Islamic education policies, and pesantren management practices. The findings indicate that the development of quality management in Islamic education can be achieved through strengthening visionary leadership, enhancing human resource competencies, implementing an integrated curriculum, fostering a quality-oriented culture, utilizing information technology, and applying continuous evaluation and improvement systems. Furthermore, the involvement of all stakeholders, including pesantren leaders, educators, students, parents, and the wider community, is essential for ensuring the successful implementation of quality management initiatives. This study proposes a quality management development model for Islamic education that integrates Islamic values, organizational effectiveness, and graduate quality enhancement. The findings are expected to serve as a reference for pesantren administrators, academics, and policymakers in formulating adaptive, sustainable, and relevant strategies for improving the quality of Islamic education in response to contemporary societal needs.</em></p> <p><em> </em></p>Andi Abd. MuisMaksum RoyHarmilatiWa Ode Siti HarvinaDarnita
Copyright (c) 2026 Andi Abd. Muis, Maksum Roy, Harmilati, Wa Ode Siti Harvina, Darnita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-202129810710.56338/iqra.v22i2.11523Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning untuk Profil Pelajar Pancasila
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11813
<p>Pembaruan kebijakan pendidikan nasional melalui diperkenalkannya pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengharuskan setiap mata pelajaran, tidak terkecuali Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk menyesuaikan diri agar proses belajar tidak sekadar berhenti pada penguasaan aspek kognitif dan hafalan, melainkan mampu menumbuhkan pemahaman yang bermakna sekaligus karakter peserta didik secara menyeluruh sebagaimana yang dicita-citakan melalui Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini disusun dengan tujuan menyusun kerangka konseptual kurikulum PAI berlandaskan Deep Learning yang diarahkan pada penguatan berbagai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Kajian ini ditempuh melalui metode telaah pustaka (library research) dengan menelusuri artikel jurnal, dokumen naskah akademik kebijakan, serta buku yang mengangkat tema Deep Learning, prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning, kurikulum PAI, maupun Profil Pelajar Pancasila. Temuan kajian memperlihatkan bahwa kurikulum PAI berlandaskan Deep Learning dapat disusun melalui empat komponen pokok, yakni pergeseran orientasi tujuan pembelajaran PAI dari sekadar penguasaan materi menuju pemahaman yang bermakna dan reflektif, penerapan tiga prinsip pedagogis mindful, meaningful, dan joyful learning pada rancangan pembelajaran, keterpaduan aktivitas belajar PAI dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peningkatan kapasitas guru lewat penyusunan modul ajar yang kontekstual. Pembahasan mengungkap bahwa berhasil-tidaknya model ini amat ditentukan oleh sejauh mana guru memahami filosofi Deep Learning, ketersediaan modul ajar yang sesuai kebutuhan, serta dukungan pihak manajemen sekolah dalam membangun suasana belajar yang reflektif sekaligus menyenangkan. Kajian ini berkesimpulan bahwa Deep Learning berpotensi menjadi kerangka pedagogis yang cocok untuk memperkuat pembentukan karakter melalui PAI, kendati penerapannya masih dibayangi hambatan pada aspek kesiapan guru dan konsistensi kebijakan. Kajian ini membawa implikasi bagi para penyusun kurikulum, guru PAI, kepala sekolah, maupun pemangku kebijakan pendidikan, sekaligus menyarankan agar dilakukan penelitian empiris lanjutan guna menguji keefektifan model yang telah dirumuskan pada berbagai jenjang pendidikan</p> <p><em>The renewal of national education policy through the introduction of the Deep Learning approach by the Ministry of Primary and Secondary Education requires every subject, including Islamic Religious Education (PAI), to adapt so that the learning process does not merely stop at mastering cognitive aspects and memorization, but is able to foster meaningful understanding as well as the overall character of students as aspired to through the Pancasila Student Profile. This article was written with the aim of developing a conceptual framework for the PAI curriculum based on Deep Learning that is directed at strengthening various dimensions of the Pancasila Student Profile. This study was conducted through a literature review method (library research) by exploring journal articles, academic policy documents, and books that raise the theme of Deep Learning, the principles of mindful, meaningful, and joyful learning, the PAI curriculum, and the Pancasila Student Profile. The study findings show that a PAI curriculum based on Deep Learning can be structured through four main components, namely shifting the orientation of PAI learning objectives from mere mastery of material to meaningful and reflective understanding, the application of the three pedagogical principles of mindful, meaningful, and joyful learning in learning design, the integration of PAI learning activities with the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and increasing teacher capacity through the development of contextual teaching modules. The discussion reveals that the success of this model is largely determined by the extent to which teachers understand the philosophy of Deep Learning, the availability of appropriate teaching modules, and the support of school management in creating a reflective and enjoyable learning atmosphere. This study concludes that Deep Learning has the potential to be a suitable pedagogical framework for strengthening character formation through PAI, although its implementation is still overshadowed by obstacles in the aspects of teacher readiness and policy consistency. This study has implications for curriculum developers, PAI teachers, school principals, and educational policy makers, while also suggesting that further empirical research be conducted to test the effectiveness of the model that has been formulated at various levels of education.</em></p>ZainuddinWaode Kasriawati BakarSuwarno JoddingHusnul KhatimahAmaluddin
Copyright (c) 2026 ZAINUDDIN
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-202026-08-2021210811510.56338/iqra.v22i2.11813Performansi Mutu Pendidikan Agama Islam
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11820
<p>Performansi mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi spiritual, intelektual, serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi mutu Pendidikan Agama Islam berdasarkan aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, kompetensi pendidik, sistem evaluasi, serta dukungan lingkungan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi mutu Pendidikan Agama Islam dipengaruhi oleh kompetensi profesional guru, efektivitas manajemen pembelajaran, inovasi media dan metode pembelajaran, budaya religius sekolah, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Penerapan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan capaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model evaluasi mutu Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan serta penguatan nilai-nilai Islam dalam lingkungan pendidikan.</p> <p><em>The quality performance of Islamic Religious Education (IRE) has become a crucial indicator in establishing an educational system capable of producing students with strong character, noble morality, and balanced spiritual, intellectual, and social competencies. This study aims to analyze the quality performance of Islamic Religious Education by examining learning planning, instructional implementation, teacher competency, evaluation systems, and school environmental support in improving educational quality. A qualitative approach with a descriptive research design was employed through observation, in-depth interviews, documentation, and interactive data analysis. The findings reveal that the quality performance of Islamic Religious Education is significantly influenced by teachers' professional competence, effective instructional management, innovative learning media and methods, the establishment of a religious school culture, and active involvement of parents and the community. Furthermore, the implementation of a continuous quality assurance system enhances learning effectiveness and students' competency achievement. This study contributes to the development of a quality evaluation model for Islamic Religious Education that emphasizes continuous improvement in learning quality while strengthening Islamic values within educational institutions.</em></p>Rosmiati RamliHarmilatiMaksum RoyWa Ode Siti Harvina
Copyright (c) 2026 Rosmiati Ramli, Harmilati, Maksum Roy, Wa Ode Siti Harvina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-2021211612510.56338/iqra.v22i2.11820Integrasi Nilai-Nilai Qur’ani Dalam Strategi Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Peserta Didik: Analisis Pedagogis Dalam Pendidikan Islam
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/10432
<p>Pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik merupakan pendekatan yang menekankan penyesuaian strategi, metode, dan materi pembelajaran dengan karakteristik, minat, serta kemampuan peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan nilai pendidikan dalam Surah Al-M?idah ayat 2, Surah Al-?ujur?t ayat 10, dan Surah Al-Mumta?anah ayat 8 serta relevansinya terhadap strategi pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ta'?wun, ukhuwah, dan keadilan memiliki relevansi yang kuat dengan cooperative learning, socio-emotional learning, dan differentiated instruction. Integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam strategi pembelajaran terbukti mampu memperkuat dimensi kognitif, sosial, emosional, dan moral peserta didik secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang berlandaskan kebutuhan peserta didik selaras dengan prinsip pendidikan Islam yang menempatkan manusia sebagai subjek pembelajaran yang utuh. Guru dituntut untuk memiliki sensitivitas pedagogis dalam membaca perbedaan individu serta kemampuan menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual. Penerapan strategi tersebut tidak hanya berdampak pada efektivitas pembelajaran, tetapi juga pada pembentukan lingkungan belajar yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, integrasi pedagogi modern dan nilai spiritual Qur’ani menjadi landasan strategis dalam pengembangan pendidikan Islam berkelanjutan.</p> <p><em>Learner needs–based instruction is an approach that emphasizes the alignment of learning strategies, methods, and materials with students’ characteristics, interests, and abilities. From the perspective of Islamic education, this approach is not solely oriented toward the enhancement of cognitive abilities but also toward character formation and the internalization of spiritual values. This study aims to analyze the educational values contained in Surah Al-M?idah verse 2, Surah Al-?ujur?t verse 10, and Surah Al-Mumta?anah verse 8, as well as their relevance to learner needs–based instructional strategies. The research adopts a qualitative approach in the form of library research. The findings indicate that the values of ta‘?wun (cooperation), ukhuwah (brotherhood), and justice are strongly aligned with cooperative learning, socio-emotional learning, and differentiated instruction. The integration of Qur’anic values into instructional strategies has been shown to simultaneously strengthen students’ cognitive, social, emotional, and moral dimensions. These findings affirm that instructional strategies grounded in learners’ needs are consistent with the principles of Islamic education, which view human beings as holistic subjects of learning. Teachers are therefore required to demonstrate pedagogical sensitivity in recognizing individual differences and the ability to translate Qur’anic values into contextualized instructional practices. The implementation of such strategies contributes not only to instructional effectiveness but also to the creation of inclusive and equitable learning environments oriented toward the holistic development of students’ potential. Accordingly, the integration of modern pedagogy and Qur’anic spiritual values constitutes a strategic foundation for the sustainable development of Islamic education.</em></p>Nurul HijranaAbdul AnasAhmad MunirAinunRosmiati Ramli
Copyright (c) 2026 Nurul Hijrana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-2021212612910.56338/iqra.v22i2.10432Implementasi Pembelajaran Kitab Jurumiyah dalam Meningkatkan Kemampuan Nahwu-Sorof Santri kelas 1 di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul'Ilmi Cembreng
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11851
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah dalam meningkatkan kemampuan nahwu-shorof santri kelas 1 di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul 'Ilmi Cembreng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen melalui desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian berjumlah 14santri yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan nahwu-shorof santri sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran kitab Jurumiyah. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 22.0untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan nahwu-shorof santri setelah diterapkannya pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest,sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran kitab Jurumiyah efektif dalam meningkatkan kemampuan nahwu-shorof santri kelas 1. Dengan demikian,pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah dapat dijadikan sebagai salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat pemahaman dasar nahwu-shorof,khususnya bagi santri pemula di lingkungan pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab berbasis kitab klasik di pesantren.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of learning the Matan Al-Jurumiyah book in improving the nahwu-shorof abilities of first-year students at Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul 'Ilmi Cembreng. This research employed a quantitative approach using an experimental research design through the One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects consisted of 14 students, all of whom were selected as the sample using the total sampling technique. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The tests were used to measure the students'nahwu-shorofabilities before and after the implementation of Jurumiyah book learning. Data analysis was conducted using the Paired Sample T-Test statistical method with the assistance of SPSS version 22.0 to determine the differences between the pretest and posttest results. The results of the study indicate that there was an improvement in the students' nahwu-shorof abilities after the implementation of learning the Matan Al-Jurumiyah book. This is demonstrated by the significant difference between the pretest and posttest scores, indicating that the implementation of Jurumiyah book learning was effective in improving the nahwu-shorof abilities of first-year students. Therefore, learning the Matan Al-Jurumiyah book can be considered an effective strategy for strengthening the basic understanding of nahwu-shorof, particularly for beginner students in Islamic boarding schools. This study is expected to contribute to the development of Arabic language learning based on classical Islamic texts in pesantren environments.</em></p>Agusna DewiWakib KurniawanAfifuddin Ahmad Robbani
Copyright (c) 2026 Agusna Dewi, Wakib Kurniawan, Afifuddin Ahmad Robbani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-2021213013510.56338/iqra.v22i2.11851Dialektika Ulama dalam Menganalisis Konsep Ketuhanan: Studi atas Pengalaman Subjektif dalam Ilmu Kalam
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11849
<p>Konsep ketuhanan dalam Islam telah menjadi objek perdebatan panjang di kalangan ulama, terutama dalam disiplin Ilmu Kalam. Dialektika pemikiran ulama mencerminkan dinamika epistemologi Islam yang berkembang dari era klasik hingga kontemporer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman subjektif ulama dalam memahami konsep ketuhanan melalui pendekatan historis dan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan terhadap karya-karya mutakallimun dari berbagai mazhab, termasuk Asy‘ariyah, Maturidiyah, dan Mu‘tazilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman subjektif ulama dipengaruhi oleh latar belakang sosial, intelektual, serta respons terhadap tantangan filosofis dan teologis pada masanya. Perbedaan metodologi dalam menafsirkan sifat-sifat Tuhan menegaskan adanya pluralitas dalam tradisi pemikiran Islam tanpa menghilangkan esensi tauhid. Studi ini memberikan kontribusi bagi penguatan wacana keislaman berbasis argumentasi rasional dan dialogis, serta relevan dalam menjawab tantangan kontemporer dalam pemahaman ketuhanan.</p> <p><em>The concept of divinity in Islam has been the object of long debate among Islamic scholars, especially in the discipline of Kalam (Theology). The dialectic of Islamic thought reflects the dynamics of Islamic epistemology that developed from the classical to the contemporary era. This study aims to analyze the subjective experiences of Islamic scholars in understanding the concept of divinity through a historical and phenomenological approach. This research uses a qualitative method with a literature review of the works of mutakallimun from various schools of thought, including the Ash'ariyah, Maturidiyah, and Mu'tazilah. The results show that the subjective experiences of Islamic scholars are influenced by their social and intellectual backgrounds, as well as responses to the philosophical and theological challenges of their time. Differences in methodology in interpreting the attributes of God emphasize the existence of plurality in the tradition of Islamic thought without eliminating the essence of monotheism. This study contributes to strengthening Islamic discourse based on rational and dialogical arguments, and is relevant in addressing contemporary challenges in understanding divinity.</em></p>Surni Kadir
Copyright (c) 2026 Surni Kadir
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-2021213614510.56338/iqra.v22i2.11849Penanaman Keimanan Produktif sebagai Strategi Pendidikan Islam Membentuk Karakter, Kesehatan Mental, dan Prestasi Peserta Didik
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/11850
<p>Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, kriminalitas pelajar, dan bunuh diri anak di Indonesia menunjukkan adanya krisis karakter dan spiritualitas pada generasi muda. Banyak remaja mengalami kecemasan, depresi, tekanan psikologis, dan krisis identitas akibat pengaruh keluarga, lingkungan sosial, tekanan akademik, serta penggunaan media digital yang tidak terkontrol. Kondisi ini menegaskan pentingnya sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan spiritual, moral, dan karakter peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, penanaman keimanan produktif menjadi fondasi penting dalam membentuk keseimbangan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep keimanan produktif yang tidak hanya dipahami sebagai keyakinan teologis, tetapi diwujudkan melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan kesehatan mental, dan peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanaman keimanan dalam membentuk karakter, menjaga kesehatan mental, dan meningkatkan prestasi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MI Bait Qur’any. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah, keteladanan guru, budaya religius sekolah, dan pendampingan emosional mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta meningkatkan kesehatan mental, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik.</p> <p><em>The increasing cases of mental health disorders, student delinquency, and child suicide in Indonesia indicate a crisis of character and spirituality among the younger generation. Many adolescents experience anxiety, depression, psychological pressure, and identity crises influenced by family conditions, social environments, academic pressures, and uncontrolled use of digital media. This condition highlights the importance of an educational system that not only focuses on cognitive aspects but also emphasizes the strengthening of students’ spiritual, moral, and character development. From the perspective of Islamic education, the cultivation of productive faith serves as an essential foundation for developing students’ spiritual, intellectual, emotional, and social balance. The novelty of this study lies in the concept of productive faith, which is not merely understood as a theological belief but is implemented through the habituation of positive behavior, the strengthening of mental health, and the improvement of academic achievement. This study aims to analyze strategies for cultivating faith in shaping character, maintaining mental health, and improving students’ achievement. The study employed a qualitative approach using a case study method at MI Bait Qur’any. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed descriptively using qualitative techniques. The findings reveal that the habituation of worship practices, teachers’ role modeling, a religious school culture, and emotional mentoring successfully foster discipline, responsibility, honesty, mental well-being, learning motivation, and students’ academic achievement.</em></p>Abdul MuharWakib KurniawanAfifuddin Ahmad Robbani
Copyright (c) 2026 Abdul Muhar, Wakib Kurniawan, Afifuddin Ahmad Robbani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-202026-07-2021214615310.56338/iqra.v22i2.11850