https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/issue/feedIqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman2026-01-19T11:19:26+07:00Muhamamd Rizal Masdulrizalmasdul@unismuhpalu.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p>https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/8934Urgensi Pendekatan Islami Dalam Mencegah Perilaku Intoleransi Siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Poso Kabupaten Poso2026-01-19T08:25:06+07:00Sofia Rahmadani Toanasofiarahmadaniysofia@gmail.comMakmurdrmakmur1984@gmail.comFathurrahman Wahid Pahlawiwahidfathurrahman@gmail.comNurqadrianinhyaryani0@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pentingnya penerapan pendekatan Islami dalam mencegah perilaku intoleransi siswa di sekolah dasar negeri pasca-konflik di Kabupaten Poso. Pendekatan ini dipandang sebagai strategi pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang toleran, humanis, dan berakhlak mulia sesuai nilai Islam <em>rahmatan lil ‘alamin</em>. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Islami tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan religiusitas, tetapi juga menjadi media transformasi sosial yang menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman. Guru berperan penting sebagai agen perubahan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat melalui pendekatan moderasi beragama, karakter, identitas budaya, humanis religius, dan cinta. Penelitian ini memiliki kebaruan pada pengintegrasian pendekatan Islami berbasis moderasi beragama dalam konteks pendidikan dasar pasca-konflik sebagai strategi pencegahan perilaku intoleransi siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam membangun pendidikan damai dan berkeadaban di Indonesia.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Makmur Makmurhttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9898Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone2026-01-19T08:53:03+07:00Muhammad Suyuthy R.muhammadsuyuthy77@gmail.comAbdul Latif AbdulLatif@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, 2) Mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran aqidah akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, yaitu telah berjalan dengan baik dan terarah. Proses penerapannya melibatkan berbagai strategi, yaitu integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua 2) Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam pembelajaran aqidah akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, yaitu nilai-nilai karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang telah berjalan secara terencana dan konsisten. Guru berperan sebagai teladan utama yang menanamkan nilai melalui pembiasaan, pengarahan, dan kegiatan yang bermakna. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara kognitif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Suyuthy R.https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9812The Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) on Learning Outcomes in Fiqh Zakat Material at Alkhairaat Madrasah Aliyah2026-01-19T09:12:56+07:00Dwi Pratiwi Lestaridwipratiwilestari@gmail.comLathifah A. L.lathifahal@gmail.comIdrus M. Saiddwipratiwilestari@gmail.comNurmaya Medopadwipratiwilestari@gmail.comMusta'an Karadjodwipratiwilestari@gmail.com<p>Pembelajaran Fikih materi zakat di madrasah masih didominasi metode konvensional yang cenderung pasif, sehingga hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar Fikih materi zakat. Penelitian kualitatif desktiptif ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. Subjek penelitian adalah guru Fikih dengan pengalaman lebih dari 21 tahun sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif diimplementasikan dalam pembelajaran fikih materi zakat. Pada aspek kognitif ditandai peningkatan kemampuan analitis; pada psikomotorik berupa keterampilan perhitungan; dan pada afektif berupa tumbuhnya kesadaran sosial dan empati. Namun, efektivitasnya dipengaruhi pengetahuan awal peserta didik dan keterbatasan sumber belajar. Adapun implikasI penelitian ini, diperlukan strategi diferensiasi, pengembangan sumber belajar kontekstual, dan asesmen autentik untuk mengoptimalkan PBL di madrasah.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dwi Pratiwi Lestari, Lathifah Lanonci, Idrus M. Said, Nurmaya Medopa, Musta'an Karadjohttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9377Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali 2026-01-19T09:29:45+07:00Andi Abd. Muismuisandiabd@gmail.comSudirmanto Sudirmanto@gmail.comNur AliahNurAliah@gmail.comDewi TDewi@gmail.com<p>Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Abd. Muis, Sudirmanto , Nur Aliah, Dewi Thttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9768Karakteristik Sosial Pendidikan Sains Sebagai Proses Inkulturasi Budaya2026-01-19T09:46:10+07:00Adnanadnanqueen77@gmail.comMaryammaryamdgsayang@gmail.com<p>Pendidikan berfungsi untuk melestarikan nilai-nilai budaya positif, di sisi lain juga berfungsi untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih inovatif dalam kehidupan kita, oleh karena itu pendidikan memiliki fungsi ganda. Namun, sejauh ini para pengembang kurikulum pendidikan sains di Indonesia kurang memperhatikan sains lokal yang membentuk budaya daerah. Otonomi daerah telah memberikan mandat kepada pemerintah daerah untuk mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan keunikan dan keunggulan kompetitif daerah tersebut. Dalam konteks penerapan pembelajaran di sekolah, guru sains harus cerdas dan bijaksana dalam menjembatani dua budaya bagi siswa, yaitu sains lokal (budaya setempat) dan sains (budaya barat) agar terjadi inkulturasi.</p> <p> </p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adan, Maryamhttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9587Penerapan Metode Kualitatif dalam Riset Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi2026-01-19T10:00:23+07:00Zainuddinzainuddinkarim14@gmail.comHeriadyHeriady@gmail.comAndi Fitriani DjollongAndiFitrianiDjollong@gmail.com<p>Kajian ini menelaah bagaimana penerapan metodologi penelitian kualitatif digunakan dalam studi-studi pendidikan agama Islam di perguruan tinggi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah mutakhir yang mengulas penggunaan metode kualitatif, baik dari segi pendekatan, teknik pengumpulan data, proses analisis, maupun strategi validasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi kasus, dan analisis dokumen sangat efektif dalam menggali pengalaman, nilai, dan makna yang muncul dalam praktik pendidikan agama Islam. Namun demikian, beberapa kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber data, kurangnya kompetensi metodologis peneliti, serta tantangan dalam menyesuaikan pendekatan dengan konteks sosial-keagamaan setempat. Dengan penerapan yang tepat dan beretika, penelitian kualitatif terbukti mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan metode kuantitatif. Oleh sebab itu, penguatan rancangan penelitian, validitas data, dan sensitivitas terhadap konteks institusional menjadi kunci keberhasilan penerapan metode ini di lingkungan perguruan tinggi Islam.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zainuddinhttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9957Learning Loss Dalam Pembelajaran Qur’an Hadis dan Solusi Mengatasinya2026-01-19T10:27:32+07:00Ismailismailjaldur81@gmail.comUswatun HasanahUswatunHasanah@gmail.comAstriyani A. Papuanganstriyanipapuangan@gmail.comRadiatan Mardiahradiatanmardiah91@gmail.comMakmurdrmakmur1984@gmail.comNurqadrianiNurqadriani@gmail.com<p>Fenomena <em>learning loss</em> atau hilangnya kemampuan belajar menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan pasca pandemi, termasuk pada pembelajaran Qur’an Hadis di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya <em>learning loss</em> pada siswa serta menemukan solusi untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan <em>field research</em>. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa dan 1 guru mata pelajaran Qur’an Hadis di MA Al-Ikhlas Poso. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>learning loss</em> disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kemampuan membaca huruf Arab, kurangnya minat dan motivasi belajar siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup kurangnya dukungan orang tua serta penggunaan gawai yang berlebihan. Solusi yang diterapkan antara lain pembimbingan intensif oleh guru, pemberian waktu membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai, serta kerja sama dengan orang tua dalam mendukung proses belajar anak. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan <em>learning loss</em> dapat diminimalkan dan kualitas pembelajaran Qur’an Hadis meningkat.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Makmur Makmurhttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9586 Peran Pendidikan Islam Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 20452026-01-19T10:39:03+07:00Andi Tahiranditahir2910@gmail.comAbubakarAbubakar@gmail.comAndi Haura Rafiqah BasysyarAndiHaura@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji peran strategis pendidikan Islam dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap literatur akademik terkini, penelitian ini mengeksplorasi transformasi paradigma pendidikan Islam, kontribusi pesantren dalam pembentukan karakter, peran generasi muda Muslim, integrasi kurikulum dengan kompetensi abad 21, dan strategi optimalisasi pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki keunggulan komparatif dalam mengintegrasikan pengembangan intelektual, spiritual, dan moral dalam satu kesatuan yang harmonis. Pesantren terbukti efektif dalam membentuk karakter generasi muda melalui sistem pendidikan holistik yang mengombinasikan pembelajaran formal dengan pembinaan karakter berkelanjutan. Generasi muda Muslim berperan sebagai agen transformasi yang mampu mengadaptasi nilai-nilai Islam dengan konteks modernitas. Integrasi kurikulum pendidikan Islam dengan kompetensi abad 21 menciptakan model pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan global sambil mempertahankan identitas keislaman. Strategi optimalisasi melalui reformasi kebijakan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan kemitraan strategis lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam memaksimalkan kontribusi pendidikan Islam untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Tahir andhyhttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/9526Ahmadiyah dan Pembentukan Wacana Islam Moderat di Dunia Barat Modern 2026-01-19T10:57:04+07:00Muhammad Mukhtar Sibnusyuaib27@gmail.comSalvia SalmawatiSalviaSalmawati@gmail.comSamrionoSamriono@gmail.comWidiaWidia@gmail.comRahmawatiRahmawati898@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji perkembangan Ahmadiyah dan pengaruhnya dalam konteks dunia Barat modern dengan menyoroti peran sosial, media, dan diplomasi publik yang dijalankan komunitas ini. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur akademik, laporan hak asasi manusia, publikasi internal Ahmadiyah, serta sumber-sumber media yang relevan untuk memahami bagaimana gerakan ini membangun citra Islam yang damai dan moderat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ahmadiyah berhasil memanfaatkan media global seperti Muslim Television Ahmadiyya (MTA), jaringan literasi keagamaan, serta kampanye sosial <em>Love for All, Hatred for None</em> sebagai instrumen pendidikan publik dan diplomasi keagamaan. Di dunia Barat, komunitas Ahmadiyah tampil sebagai agen dialog antaragama, promotor toleransi, dan aktor yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sehingga berkontribusi pada konstruksi wacana Islam inklusif. Namun, pengaruh ini masih jarang dikaji secara komprehensif dalam kajian akademik, khususnya dalam perspektif sosial, keagamaan, dan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menegaskan pentingnya melihat Ahmadiyah sebagai salah satu model keberagamaan minoritas yang relevan dalam penguatan nilai moderasi dan literasi keagamaan di masyarakat Barat modern</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Mukhtar Shttps://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IQRA/article/view/10179Penerapan Cerita Islami pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Akhlak Siswa di Sekolah SDIT Al-Fahmi 2026-01-19T11:19:26+07:00Kuliawatiliawatikuliawati@gmail.comKaokabaKaokaba@gmail.comNurasiahNurasiah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas II SDIT Al-Fahmi dan untuk mengetahui implikasi penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas II SDIT Al-Fahmi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan Teknik pengumpulan data metode wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas dua SDIT Al-Fahmi yaitu: Persiapan materi cerita Islami pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Penyampaian materi menggunakan cerita Islami, Penggunaan media dalam menerapkan cerita Islami, Evaluasi materi cerita Islami dalam pembentukan akhlak peserta didik. Implikasi penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas dua SDIT Al-Fahmi yaitu: Meningkatkan efektivitas pembelajaran, Memudahkan Peserta didik memahami nilai-nilai akhlak, menciptakan pembelajaran yang produktif, membentuk akhlak siswa yang baik.</p>2026-01-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Kuliawati, Kaokaba, Nurasiah