Pola Akulturasi Islam dan Budaya Pompaura pada Masyarakat Suku Kaili

surni kadir(1*)


(1) Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

Sari


Tesis utama yang penulis ajukan dalam tulisan ini berkenaan dengan Pola Akulturasi Islam Dan Budaya Pompoura Masyarakat Suku Kaili Di Palu. Pompaura adalah salah satu budaya yang dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat Suku Kaili (pelaku adat) yang ada di Kota Palu dalam rangka upacara tolak Bala’ yang mengandung arti menolak bahaya, malapetaka dan bencana yang akan terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi untuk tidak terulang kembali. Dalam pelaksanaan­nya terjadi pergulatan antara kaidah ajaran Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat kaili dengan kaidah lokal atau budaya yang dianut oleh masyarakat suku kaili. Sebelum  masuknya   agama –agama  ke tanah Kaili terma­suk Islam, masyarakat Kaili dikenal sebagai penganut animisme dan dinamisme. Selain itu, sebelum masuknya agama Islam masyarakat Kaili telah menganut agama Hindu-Budha. Oleh karena itu, ketika masuk agama Islam komunikasi antara ketiga unsur antar kepercayaan animisme-dinamisme, Hindu-Budha dan ajaran agama Islam yang baru dalam kehidupan mereka tidak dapat dihindarkan. Dalam interaksi ini mereka memiliki latar belakang budaya yang berbeda akibat dari bedanya ajaran agama masing-masing. Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan.

Unsur budaya Islam tersebar di tanah Kaili seiring dengan masuknya Islam di Indonesia.secara kelompok dalam masyarakat Kaili telah mengental unsur budaya Islam sejak mereka berhubungan dengan pembawa Islam yang sekaligus menjadi mubaligh pada taraf penyiaran Islam yang pertama kali ditanah Kaili. Terjadi  pola akulturasi Islam dan budaya pompaura masyarakat suku kaili ada tiga bentuk yaitu : difusi, akulturasi dan asimilasi. Difusi: penyebaran unsur-unsur kebudayaan Islam ditanah Kaili seiring dengan masuknya Islam yang dibawa oleh para muballiq dan penyebar Islam. Kedua, Akulturasi, dimana masing-masing budaya saling memberi dan menerima, saling ,meminjam, meniru, mengadopsi dan pada akhirnya mengalami perubahan. Ketiga asimilasi proses perubahan budaya berlangsung dalam satu arah dimana kebudayaan dari masyarakat yang minoritas  menyerap, mengadopsi, meniru secara bulat dan menyeluruh serta membuang dan melupakan budayanya yang asli dan mengidentifikasikan diri dari interaksi dengan budaya dari masyarakat yang mayoritas, sehingga perubahan yang nampak adalah bercampurnya kebudayaan dari masyarakat yang minorits untuk selanjutnya menyatu dengan kebudayaan dari masyarakat yang mayoritas.

 Pada akhirnya kebudayaan yang berbeda ini berbaur saling mempengaruhi antara budaya yang satu dan budaya yang lain. Sehingga, saat Islam sudah memiliki banyak pengikut dan legimitasi politik yang cukup besar, dengan sendirinya kebudaya­an Islam-lah yang lebih dominan dan  melebur dalam satu kebudayaan dalam satu wajah baru. Unsur kebudayaan Islam itu di terima, diolah dan dipadukan dengan budaya Kaili. Karena budaya Islam telah tersebar di masyarakat dan tidak dapat di elakkan terjadinya pertemuan dengan unsur budaya Kaili, maka perubahan kebudayaan yang terjadi selama ini ada yang masih dapat menjaga identitas budaya Kaili   yakni dengan akulturasi.


Kata Kunci


Akulturasi Islam, Teologi Normatif dan Budaya Pompuora.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amad, Amin. Fajr al-Islām. Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, 2010.

Ali, Zainuddin. Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam di Kabupaten Donggala, Disertasi Doktor Program Pascasarjana, Univ. Indonesia, Th. 1995.

_____. Islam dan Kebudayaan Kaili Sulawesi Tengah, Palu: Penelitian, 1999.

Ash-Shiddieqy, T.M. Hasby. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.

Badan Pusat Statistik Kota Palu. Kota Palu dalam Angka Tahun 2014. Penerbit BPS Kota Palu Tahun 2014.

Baharun, Hasan. Dkk. Metodologi Studi Islam. Yogyakarta: PT Ar-ruz Media, 2011.

Bustanuddin, Agus. Agama dalam Kehidupan Manusia; Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2006.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahan (Bandung : CV. Cordoba, 2017),

Ghazali, Adeng Muchtar. Antropologi Agama, Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan dan Agama. Bandung : Penerbit Alfabeta Bandung, 2011.

Herimanto dan Winarno. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Humaini, Ayatullah. Makalah Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Magi Banten. disajikan pada seminar International Seminar and Annual Conference (ISAC) yang diselenggarakan oleh Forum Direktur Pascasarjana IAIN SMH Banten, 2013.

Irwan, Abdullah. Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

J.W. Berry, Immigration, Acculturation, and Adaptation” dalam Applied Psychology : An International Review, 46, 1997.

Kahmad H. Dadang. Sosiologi Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

Kuswana, Dadang, Metode Penelitian Sosial, Bandung ; Penerbit .CV. Pustaka Setia, 2011.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi, Edisi Revisi, Jakarta: PT. Rineke Cipta, 2009.

_____. Pengantar Antropologi II Pokok-pokok Etnografi. Cet. Ketiga Jakarta: Rineka Cipta. 2005.

_____. Peranan Lokal Genius dalam Akulturas., di dalam Ayatrohaedi, penyunting, Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya, 1986.

_____. Islam dan Budaya Lokal. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005.

Madjid, Nurcholis. Islam Agama Kemanusiaan, Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia, Cet. IV, Jakarta: Dian Rakyat, 2010.

Masyhuda, Masyhuddin. Palu Meniti zaman dalam Pragmen (Edisi II, Palu: Kerjasama YKST, dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palu, 2010

Mattulada, H.A. Sejarah Kebudayaan Orang Kaili. Palu: Badan Penerbit Univ. Tadulako, tanpa tahun.

_____. Manusia dan Kebudayaan Kaili di Sulawesi Tengah dalam Antropologi Indonesia No. 48, Depok Jawa Barat Jurusan Antropologi Fisip UI, 1991.

_____. Sejarah Kebudayaan Orang Kaili dalam Antropologi Indonesia. Jakarta: FISIP Univ. Indonesia, 1991.Nainggolan, Ny. N., dkk., Adat Istiadat Sulawesi Tengah. Palu: Berlian, 1986.

Nainggolan, Ny. N., dkk. Sejarah Pendidikan Sulawesi Tengah. Palu: Berlian, 1986.

Nuraeni, Heny Gustini dan Alfan Muhammad, Studi Budaya di Indonesia, Bandung ; Cv. Pustaka Setia, 2012.

Pokja Akademik. Islam Dan Budaya Lokal, Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005.

Qomar, Mujamil. Fajar Baru Islam Indonesia, Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2012.

Suaib Djafar. Kerajaan dan Dewan Adat di Tanah Kaili Sulawesi Tengah, Palu: Ombak, 2014.

Soekanto, Soerjono Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada , 2006),

Tafsir, Ahmad, Tawassul dan Wasilah, Bandung ; Penerbit . PT. Remaja Rosdakarya, 2006.

Tim Penyusun, Profil STAIN Datokara Palu Thn. 2011(Penerbit Data Informasi STAIN Datokara Palu; 2011)

Tim Penyusun, Profil Fakultas Agama Islam Unismuh Palu Th. 2014, (Penerbit FAI Press ; 2014)

Tim Penyusun, STATUTA UNISA Palu Thn. 2015 (Penerbit Percetakan Univ. Al-Khaerat Palu ; 2015)

Toana, H. Rusdy Studi Tentang Masuk dan Perkembangan Agama Islam Di Kab. Dati II Donggala (Palu: Balai Penelitian Univ. Tadulako, 1989),


Article Statistic

Sari view : 52 times
PDF views : 6 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



Published by:Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palu

Editorial Address : Jalan Bukit Jabal Nur No. 3 Palu, Sulawesi Tengah 94118

e-ISSN 2615-4870

p-ISSN 0216-4949

Contact Person :

FAI UMP (0451) 454167

Visitor

Flag Counter