ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ en-US ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) 2613-8972 Hubungan Gaya Kognitif dan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Sains pada Anak Usia Dini https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2029 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Gaya Koginif dengan hasil belajar SAINS pada Anak Usia Dini, serta hubungan motivasi berprestasi dengan hasil belajar SAINS Pada Anak Usia Dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi adalah Anak kelompok A dan B TK Islam Al-Hidayah di PALU. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik sampling jenuh. Tehnik&nbsp; pengumpulan data&nbsp; dengan&nbsp; nilai&nbsp; hasil belajar Sains digunakan&nbsp; untuk mengambil data&nbsp; tentang&nbsp; hasil&nbsp; belajar sedangkan&nbsp; Instrumen angket yang berupa perbedaan gambar digunakan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Gaya Kognitif&nbsp; dan angket wawancara untuk mengukur motivasi&nbsp; berprestasi. Tehnik analisis data digunakan adalah analisis korelasi. Hasil yang didapatkan bahwa gaya kognitif anak sebesar 0,803, motivasi berprestasi anak sebesar 0,707 dan hasil belajar SAINS pada Anak usia Dini sebesar, 0,601. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: Gaya Kognitif&nbsp; berhubungan secara signifikan&nbsp; dengan&nbsp; hasil &nbsp;belajar SAINS pada Anak Usia Dini, dengan nilai&nbsp; koefisisen&nbsp; korelasi 0,775, serta motivasi&nbsp; berprestasi berhubungan&nbsp; secara signifikan&nbsp; dengan hasil&nbsp; belajar SAINS pada Anak Usia Dini dengan&nbsp; nilai&nbsp; koefisisen&nbsp; korelasi&nbsp; 0,750. Secara umum, Gaya Kognitif dan motivasi berprestasi berhubungan&nbsp; secara&nbsp; signifikan secara bersama-sama dengan hasil belajar SAINS pada Anak Usia Dini dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,827.</p> Meggi Rahayu Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 1 8 10.31934/eceij.v3i1.2029 Upaya Guru dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Pencampuran Warna di TK Satu Atap Inpres Binangga https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2030 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Upaya guru&nbsp; dalam&nbsp; meningkatkan&nbsp; kreativitas&nbsp; anak&nbsp; melalui kegiatan&nbsp; pencampuran&nbsp; warna,&nbsp; 2)&nbsp; Peran&nbsp; guru&nbsp; dalam meningkatkan kreativitas anak&nbsp;&nbsp; melalui&nbsp;&nbsp; kegiatan pencampuran warna, 3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan pencampuran warna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta dianailisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Agar data yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya maka pengecekkan keabsahan data melalui metode trianggulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:&nbsp; 1)&nbsp; upaya&nbsp; yang&nbsp; dilakukan guru&nbsp; adalah guru&nbsp; selalu mengikuti&nbsp; pelatihan&nbsp; peningkatan&nbsp; mutu&nbsp; dan&nbsp; sekolah juga selalu mengadakan KKG antar gugus guna mengevaluasi kembali pembelajaran berdasarkan hasil penilaian anak yang sekiranya berkaitan dengan berbagai macam permasalahan perkembangan pada anak khususnya peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan pencampuran warna. 2) Peran guru dalam meningkatkan kreativitas anak adalah dengan memberikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif serta menarik minat anak. 3) faktor pendukung yang paling mendasar adalah peran guru dan orang tua, media yang menarik, serta situasi dan kondisi yang dapat membuat anak nyaman sedangkan faktor penghambat yaitu minat dan kemauan anak, sehingga guru dituntut harus lebih dapat memahami apa yang diinginkan anak serta guru juga harus mampu memberikan pembelajaran yang dapat menstimulus minat&nbsp; dan&nbsp; kreativitas&nbsp; anak. Selain itu komunikasi antara guru dan orang tua peserta didik sangatlah penting dalam meningkatkan aspek perkembangan dari peserta didik.</p> Moh adhiyatma Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 9 13 10.31934/eceij.v3i1.2030 Peran Guru dalam Mengembangkan Perilaku Pada Anak Usia Dini di TK https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2031 <p>Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) peran guru dalam mengembangkan perilaku pada anak usia dini di Kelompok B 2) factor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan perilaku pada anak usia dini di TK Mutiara Hati. Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan deskriptif. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah TK Mutiara Hati dan pendidik TK Mutiara Hati. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Secara garis besar peran guru dalam mengembangkan perilaku anak usia dini sudah dilakukan 100% di TK Mutiara Hati, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dilakukan dengan baik. Perencanaan yang dibuat mengacu pada panduan perilaku anak usia dini dan silabus pada kurikulum. Perencanaan dimulai dari pembuatan perencanaan semester, RPPM, dan RPPH serta setting lingkungan sekolah dengan nuansa yang kental akan perilaku anak. Pelaksanaan dilakukan dengan metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif, keterlibatan orang tua, strategi pengembangan perilaku dan diaplikasikan dalam KBM .Sementara evaluasi dalam peran guru dalam mengembangkan periaku dilakukan dengan penilaian, tidak ada penilaian secara khusus tetapi bergabung dalam segala bidang. 2) Factor pendukung dalam peran guru dalam mengembangkan perilaku anak usia dini di TK Terpadu Mutiara Hati meliputi: a) adanya workshop bagi pendidik dalam mengembangkan perilaku anak usia dini, b) adanya papan pembiasaan dan&nbsp; papan nasehat tentang perilaku&nbsp; bagi peserta didik dan pendidik, c) Adanya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Sementara factor penghambat dalam mengembangkan periaku anak di TK Mutiara Hati meliputi: a) perbedaan pola asuh orang tua pada peserta didik, b) kurangnya kerjasama dari orang tua murid, c) Waktu pembelajaran yang terbatas, d) Perbedaan kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran.</p> Husen Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 14 18 10.31934/eceij.v3i1.2031 Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Perkembangan Berfikir/Kognitif Anak di Paud https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2032 <p>Permasalahan penelitian ini adalah Bagaiman pengaruh pandemi covid-19 terhadap perkembangan berfikir/kognitif anak di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pandemi covid-19 terhadap perkembangan berfikir/kognitif anak di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, guru, wali murid dan siswa Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan berfikir kognif anak Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan selama mengikuti pembelajaran sistem online (daring) pada masa pandemi Covid-19 anak TK Mutiara Hati dalam aspek kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berfikir logis dan kemampuan berfikir simbolik termasuk dalam kategori mampu dan cukup mampu. Pencapaian perkembangan berfikir/kognitif anak di Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan dikarenakan guru Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan selalu berusaha memberikan materi pembelajaran atau tugas yang berisikan upaya menstimulasi perkembangan aktivitas anak. Dampak lainnya sistem pembelajaran daring (online) terhadap perkembangan pada anak adalah adanya beberapa orang tua yang kurang mendukung atau tidak berpartisipasi dalam sistem pembelajaran. Siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru karena tidak adanya bimbingan karena kesibukan orang tua sehingga ada perbedaan perkembangan kognitif antara satu siswa dengan siswa lainnya.</p> Nova Djangkali Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 19 23 10.31934/eceij.v3i1.2032 Perkembangan Gerak Manipulatif Anak Melalui Permainan Bola TK https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2034 <p>Jurnal pengabdian ini berjudul “Perkembangan Gerak Manipulatif Anak melalui permainan bola di TK Mutiara Hati”. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik studi literatur sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari pengabdian yang sudah dilakukan, terdahulu yang dianggap sudah relevan dan sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Tujuan dalam pengabdian ini adalah untuk melihat pengaruh permainan menggunakan bola untuk kemampuan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini. Temuan dalam pengabdian ini mengenai terdahulu yang mengkaji permainan bola dalam berbagai bentuk aturan permainan dan fokus pengabdian yang berbeda-beda. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa permainan bola sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerak dasar manipulatif anak usia dini, dalam melakukan permainan menggunakan bola akan tetapi masuk dalam kategori aspek manipulatif anak usia dini. Hasil dari pengabdian menunjukan hasil yang signifikan bahwa permainan-permainan untuk anak dengan menggunakan media bola dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini. &nbsp;</p> Abdul Salam Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 24 27 10.31934/eceij.v3i1.2034 Perkembangan Kognitif Anak dalam Penanganan Covit 19 Melalui Permainan Lego https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2035 <p>Kognitif dapat diartikan sebagai pengetahuan yang luas, daya nalar, kreatifitas, atau daya cipta, kemampuan berbahasa, serta daya ingat.&nbsp; Kegiatan-kegiatan seperti bermain balok, puzzel, bombix, lego dapat mengembangkan aspek kognitif pada anak. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar karena aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah berpikir. Jenis penelitian ini sebagai penelitian pengembangan karena penelitian ini menghasilkan produk yang dikembangkan dengan menggunakan hakikat dan langlah-langkah penelitian pengembangan secara sistematis sampai memenuhi kriteria keefektivitasan, kualitas, atau sesuai standar (Borg dan Gall, 2007). Produk yang dihasilkan dengan menggunakan penelitian ialah permaian APE untuk mendukung pemerolehan perkembanga anak PAUD dalam situasi pandemi covid 19. Pada&nbsp; penelitian&nbsp; ini selama pandemi ini mengungkap bahwa&nbsp; berkaitan dengan&nbsp;&nbsp; pengaruh&nbsp;&nbsp; bermain&nbsp;&nbsp; lego&nbsp;&nbsp; terhadap&nbsp;&nbsp; kemampuan mengenal&nbsp; warna dan bentuk&nbsp;&nbsp; pada&nbsp; anak&nbsp; usia 4-6 tahun&nbsp; yaitu pengenalan&nbsp;&nbsp; warna dan bentuk merupakan aktifitas yang mudah dibuat dan menyenangkan,&nbsp; melalui berbagai&nbsp; media, seni pengenalan warna dan bentuk&nbsp; tidak&nbsp; hanya&nbsp; untuk&nbsp; anak-anak,&nbsp; namun&nbsp; juga&nbsp; orang dewasa.</p> Nurhaedah Fitriani Ayuningtias Copyright (c) 2020-01-15 2020-01-15 3 1 28 30 10.31934/eceij.v3i1.2035