https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/issue/feed ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) 2022-10-05T09:40:03+07:00 Abdul Salam salam8363@gmail.com Open Journal Systems https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2844 Desain Lingkungan Fisik Untuk Perkembangan dalam kebutuhan anak Di PAUD 2022-10-04T14:34:21+07:00 Abdul Salam Salam8363@gmail.com Dewi Rara Amiati rara89942@gmail.com <p>Setiap anak dalam hidupnya akan selalu mengalami perkembangan sesuai dengan usianya. Keberhasilan anak dalam mencapai tugas perkembangan&nbsp; didukung oleh beberapa factor internal dan eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik pada perkembangan anak di PAUD. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor lingkungan keluarga hampir seluruhnya mempengaruhi perkembangan anak di PAUD. Lingkungan fisik mempunyai peran penting masah tumbuh kembang terutama pada golden age (0-6 tahun), karena paling sering di tangkap langsung oleh panca indra anak. Selaing lingkungan rumah, lingkungan fisik yang memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan anak adalah lingkugan sekolah oleh karena itu linkungan sekolah harus menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang dan karakter istik anak .tujuan dari penelitian ini adalah mengidengtifikasi kriteria lingkungan ramah pada anak sekolah TK. Metode yang di gunakan adalah metode komparasi literatur mengenai kriteria ramah anak pada sekolah PAUD. Dari penelitian ini diketahui bahwa kriteria lingkungan ramah anak pada sekolah PAUD meliputi tiga hal yaitu keamanan, kenyamanan, dan stimulasi pada elemen ruang luar dan ruang dalam sebuah perkembangan anak usia dini adalah masa – masa kiris yang menjadi pondasi anak untuk kehidupannya dimasa yang akan datang. Sebagian dari potensi kecerdasan manusiaberkembang dengan pesat pada usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lingkungan bermain alami (2) Bangunan dengan Green Design (3) Program-Program Pendukung Green School. Dimana Guru, khususnya di PAUD&nbsp; dapat lebih fleksibel dalam menilai perkembangan anak, terutama dalam kebiasaan yang mendalam diharapkan kegiatan ini menjadi budaya bagi anak-anak kelak dimanapun mereka berada. Melalui gerakan sederhana seperti belajar menghemat listik, membuang sampah pada tempatnya dan melakukan daur ulang sampah, perlahan namun pasti generasi berkelanjutan akan berkembang. &nbsp;&nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2845 Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Huruf Hijaiyah Dengan Reading Aloud di PAUD TK 2022-10-04T14:38:20+07:00 Syamsidar sidar9178@gmail.com Fitriani Ayuningtias fitriany.ayuningtyas@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca huruf hijaiyah menggunakan metode Reading Aloud di PAUD Kemampuan membaca huruf hijaiyah yang diteliti adalah membaca huruf hijaiyah secara acak dan membedakan huruf hijaiyah yang bentuknya hampir mirip. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah 16 anak kelompok A1 yang terdiri dari 11 perempuan dan 5 laki-laki. Obyek penelitian adalah kemampuan membaca huruf hijaiyah dengan Reading Aloud. Teknik Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila kemampuan membaca huruf hijaiyah anak dengan kategori BSB sudah mencapai persentase minimal sebesar 86%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca huruf hijaiyah dapat ditingkatkan melalui metode Reading Aloud. Keberhasilan tersebut dilakukan dengan langkah-langkah, mempersiapkan media Reading Aloud beserta item itemnya, memberi contoh penggunaan metode Reading Aloud untuk membaca huruf hijaiyah pada iqra’ 1, membaca bersama-sama menggunakan metode Reading Aloud, memberi anak kesempatan untuk membaca sendiri menggunakan metodeReading Aloud memberi kesempatan lebih besar pada anak yang peningkatan kemampuan membaca huruf hijaiyah masih sulit serta guru memotivasi dan mendampingi anak. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perubahan kategori BSB disetiap siklusnya, pada saat pra tindakan menunjukkan hasil 12,5%, kemudian mulai meningkat pada Siklus I sebesar 68,75% dan pada Siklus II sebesar 87,5%. &nbsp;&nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2846 Peran Guru Dalam Mengembangkan Perilaku Pada Anak Usia Dini Di TK Mutiara Hati 2022-10-04T14:48:59+07:00 Nurhaeda nurhaedaida0429@gmail.com <p>Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) peran guru dalam mengembangkan&nbsp; perilaku pada anak usia dini di Kelompok B 2) factor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan&nbsp; perilaku pada anak usia dini di TK Mutiara Hati. Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan deskriptif. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah TK Mutiara Hati dan pendidik TK Mutiara Hati. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) secara garis besar peran guru dalam mengembangkan&nbsp;&nbsp; perilaku anak usia dini sudah&nbsp; dilakukan 100% di TK&nbsp; Mutiara Hati, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dilakukan dengan baik. Perencanaan yang dibuat mengacu pada panduan perilaku anak usia dini&nbsp; dan silabus pada kurikulum. Perencanaan dimulai dari pembuatan perencanaan semester, RPPM, dan RPPH serta setting lingkungan sekolah dengan nuansa yang kental akan perilaku anak. Pelaksanaan dilakukan dengan metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif, keterlibatan orang tua, strategi pengembangan perilaku dan diaplikasikan dalam KBM .Sementara evaluasi dalam peran guru dalam mengembangkan periaku dilakukan dengan penilaian, tidak ada penilaian secara khusus tetapi bergabung dalam segala bidang. 2) factor pendukung dalam peran guru dalam mengembangkan perilaku anak usia dini di TK Terpadu Mutiara Hati meliputi: a) adanya workshop bagi pendidik dalam mengembangkan&nbsp; perilaku anak usia dini, b) adanya papan pembiasaan dan&nbsp; papan nasehat tentang perilaku&nbsp; bagi peserta didik dan pendidik, c) adanya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Sementara factor penghambat dalam mengembangkan&nbsp; periaku anak&nbsp; di TK&nbsp; Mutiara Hati meliputi: a) perbedaan pola asuh orang tua pada peserta didik, b) kurangnya kerjasama dari orang tua murid, c) waktu pembelajaran yang terbatas, d) perbedaan kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran. &nbsp;&nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2850 Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus melalui Kegiatan Bermain Balok di masa Pandemi Pada Anak Kelompok B Di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan 2022-10-05T09:33:54+07:00 Husen H.tolleng@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kegiatan bermain dilakukan anak usia (5-6) tahun dalam melibatkan motorik halus anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan,&nbsp; selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini melibatkan anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan. Identifikasi dilakukan menggunakan Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan dokumentasi wawancara. Hasil dari identifikasi kegiatan bermain motorik halus anak usia (5-6) tahun di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan, berupa bermainan balok, mewarnai, bermain robot-robotan, menyusun puzzle, bermain pasir, menulis, bermain lego dan sebagainya. Penelitian&nbsp; menggunakan metode kualitatif, pelaksanaan deskriptif. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah TK Mutiara Hati guru&nbsp;&nbsp; dan anak TK Mutiara Hati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi anak-anak untuk&nbsp; perkembangan motorik halus dalam&nbsp; kegiatan bermain&nbsp; balok selama masa pandemi covid-19 di TK Mutiara Hati Kecamatan Palu Selatan, memperoleh hasil yang baik dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Dalam perkembangan motorik halus anak melalui permainan&nbsp; balok yang dilakukan merupakan sesuatu yang dianggap wajib dilakukan sebagai sarana untuk perkembangan motorik halus anak bagi anak usia dini. Permainan&nbsp; balok&nbsp; yang sekarang ini sering dimainkan oleh anak-anak di TK Mutiara Hati&nbsp; lebih cenderung mengasah kemampuan motorik halus, oleh karena itu kepada para orang tua dan guru disarankan lebih memperkenalkan pada anak-anak mengenai jenis-jenis permainan yang lebih melatih kekuatan otot-otot&nbsp; dan jari -jari mereka dan permainan ini&nbsp; dapat juga menjadi salah satu solusinya untuk mengatasi pandemi Covid 19 ini. kemampuan motorik halus anak terus meningkat. Kegiatan bermain balok dalam masa pandemi&nbsp; ini&nbsp; tersebut dapat dikatakan dapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus baik ketika anak mengambil benda, memindahkan benda dan menyusun benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Beragam perkembangan motorik halus anak melalui&nbsp; permainan balok secara langsung dapat memberikan kontribusi kepada anak-anak diantaranya biasanya mulai berkembang seiring tubuh sikecil menjadi lebih stabil&nbsp; saat bergerak,serta saat kognitif dan sosialnya berkembang,dimana anak-anak belajar&nbsp; menggunakan tangannya dengan baikuntuk dapat mengontrolobjek dan memperoleh kemandirian seperti saat makan, berpakaian, dan menulis, dan membentuk&nbsp; kemampuan sosial, yaitu mampu bersaing, bekerjasama, berdisiplin, bersahabat, dan berkebangsaan. &nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2851 Perkembangan Gerak Manipulatif Anak Melalui Permainan Bola di TK Mutiara Hati 2022-10-05T09:36:47+07:00 Fitriani Ayuningtias fitriany.ayuningtyas@gmail.com <p>Jurnal penelitian ini berjudul “Perkembangan Gerak Manipulatif Anak melalui permainan bola di TK Mutiara Hati”. Metode yang digunakan dalam pengabdian&nbsp; ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik studi literatur sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari penelitian yang sudah dilakukan, terdahulu yang dianggap sudah relevan dan sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Tujuan dalam penelitian&nbsp; ini adalah untuk melihat pengaruh permainan menggunakan bola untuk kemampuan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini. Temuan dalam penelitian ini mengenai terdahulu yang mengkaji permainan bola&nbsp; dalam&nbsp; berbagai&nbsp; bentuk aturan&nbsp; permainan&nbsp; dan fokus penelitian yang berbeda-beda. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa permainan bola sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerak dasar manipulatif anak usia dini, dalam melakukan permainan menggunakan bola akan tetapi masuk dalam kategori aspek manipulatif anak usia dini. Hasil dari penelitian menunjukan hasil yang signifikan bahwa permainan-permainan untuk anak dengan menggunakan media bola dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia dini. &nbsp;&nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/ECEIJ/article/view/2852 Persepsi Orang Tua dan Guru Terhadap Pendidikan Kebencanaan Pada Anak Usia Dini 2022-10-05T09:40:03+07:00 Megi Rahayu megirahayu676@gmail.com Abdul Salam Salam8363@gmail.com <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus bencana alam di Indonesia. Dimana anak usia dini baik disadari maupun tidak disadari kerap kali menjadi korban dari bencana alam tersebut baik secara fisik maupun psikologis. Anak termasuk dalam kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang terbatas untuk mengontrol atau mempersiapkan diri ketika merasa takut sehingga tergantung pada pihak-pihak di luar dirinya supaya dapat pulih kembali dari bencana tersebut. Kerentanan anak-anak terhadap bencana dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang resiko- resiko disekeliling mereka. Dalam pengenalan proses kesiapsiagaan pada usia prasekolah tentunya memiliki metode yang harus sesuai dengan usia mereka. Dikarenakan model pembelajarn memiliki peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar dan merupakan salah satu parameter utama keberhasilan pengajar dalam mengajar Banyak guru dan orang tua yang belum memahami cara mengajarkan pendidikan kebencaaan untuk anak usia dini, sehingga anak tidak diajarkan secara optimal hanya berdasarkan pengalaman orang tua semata. Maka, dari sinilah titik balik peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai persepsi orang tua dalam kasus tersebut, bagaimanapun tolak ukur pemahaman mereka dapat membantu dalam mencairkan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru dan&nbsp; orang tua terhadap pendidikan kebencanaan pada anak usia dini, baik dalam pengetahuan maupun pemahaman orang tua. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru dan orang tua masih kurang mengetahui dalam hal pendidikan kebencanaan, hal ini terlihat saat guru dan&nbsp; orang tua mengajarkan pendidikan kebencaan hanya berdasarkan pengalaman orang tua saja. Rekomedasi dari penelitian ini ditunjukan pada guru dan orang tua untuk tetap mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai agar anak memperoleh pendidikan kebencanaan yang tepat dan sesuai dengan tumbuh kembangnya. Rekomedasi&nbsp; lain dari penelitian ini ditunjukan pada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut dengan mengungkap masalah yang sama namun dengan subjek dan variable yang berbeda. Sehingga kedepannya penelitian ini dapat dikembangkan dan kebermanfaatannya lebih luas bagi banyak orang. &nbsp;&nbsp;</p> 2022-09-15T00:00:00+07:00 Copyright (c)