MITOS MENARUH LAMPU DI ATAS KUBURAN PLASENTA BAYI DI DESA LAKEA I KECAMATAN LAKEA KABUPATEN BUOL DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Sulasmini Sulasmini(1*), Normawati Normawati(2), Muhammad Rizal Masdul(3)
(1) Bagian Tarbiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian Tarbiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian Tarbiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.440

Abstract


Permasalahan dalam peneilitian ini adalah tentang mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol Dalam Tinjauan Pendidikan Islam, dengan pokok Bahasan bagaimana deskripsi mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol serta bagaimana tinjauan pendidikan Islam mengenai hal tersebut. Adapun tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui mitos menaruh lampu di atas kuburan plasenta bayi di Desa Lakea I Kecamatan Lakea Kabupaten Buol serta untuk mengetahui tinjauan Pendidikan Islam tentang hal tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Data yang penulis peroleh dalam penyusunan skripsi ini melalui data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian adalah (a). Plasenta harus diberi lampu karena jika tidak diberi lampu maka bayi menderita sakit, seperti demam, sering menangis tengah malamnya, dan tangisan jabang bayi yang tidak wajar yaitu menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata. Ini merupakan pertanda jika bayi diganggu oleh makhluk halus dan sejenisnya, (b).Lampu itu bisa menolong sang bayi, atau jika tidak memasang akan terdapat bahaya pada bayi yang baru dilahirkan. Lampu yang dipasang diatas kuburan merupakan alat penerang bagi bayi hidup di dunia. Tinjauan Pendidikan Islam tentang Menaruh Lampu di Atas Kuburan Plasenta Bayi yakni : (a) Tradisi menaruh lampu diatas kuburan plasenta merupakan ritual yang tidak terdapat dalam Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan bahwa ada hubungan ghaib antara plasenta dengan nasib bayi yang baru lahir. (b) Kehidupan bayi ditentukan oleh plasentanya, bukan oleh tugas pendidikan dari kedua orang tuanya dan lingkungannya.

Full Text:

PDF

References


Al‑Ghifari, Abu Mujahidah, 2014. Ensiklopedi Hukum Islam, Studi Akidah Islam, Bogor: Ma’had Huda Islami.

Al Atsary, Abu Fa’izah Abdul Qadir, Mitos Tanah Karbala, Gowa: Edisi 80, Pustaka Ibnu Abbas, Gowa.

Endraswara, Suwardi. 2006. Falsafah Hidup Jawa. Tangerang: Cakrawala.

Fattah, Munawir Abdul. 2006. Tradisi Orang-Orang NU, Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Hartoko, Dick, 1993. Strategi Kebudayaan, Yogyakarta: Cet. IV, Penerbit Kanisius.

Moleong, Lexy, 1995.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Muhadjir, Noeng, 1998. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Cet.III, Rakesarin.

Roibin, 2007. Agamadan Mitos: Dari Imajinasi KreatifMenuju Realitas Yang Dinamis, dalam, El-Harakah Jurnal Budaya Islam, Vol. 9, No. 3.

Sasono, Adi, 1998. Solusi Islam Atas Problematika Umat, Jakarta: Gema Insani Press.

Soekadijo, 1992.AntropologiBudaya:SuatuPerspektifKontemporer, Jakarta: Edisi Ke-II, Penerbit Erlangga.


Article Statistic

Abstract view : 0 times
PDF views : 1 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.