HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA TAOPA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Nenitriana Nenitriana(1*), Miswan Miswan(2), Zhanaz Tasya(3)
(1) Bagian KL-KK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian KL-KK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.427

Abstract


Angka kejadian ISPA di Indonesia, pada balita adalah sekitar 10-20% per tahun. Angka kematian ISPA pada balita di Indonesia adalah 6 per 1000 balita. Ini berarti dari setiap 1000 balita setiap tahun 6 diantaranya yang meninggal akibat ISPA sebelum ulang umur 5 tahun. Jika di hitung, jumlah balita yang meninggal akibat ISPA di Indonesia dapat mencapai 150.000 balita per tahun, 12.500 per bulan, 416 per hari, 17 per jam atau 1 orang balita setiap menit. Usia yang rawan adalah usia bayi di bawah 1 tahun, karena sekitar 60-80% kematian terjadi pada bayi, proporsi kematian ISPA pada bayi adalah 29,5%. Artinya dari setiap 100 orang bayi yang meninggal, sekitar 30 orang bayi yang meninggal karena ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Taopa Wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan  jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional,  dengan jumlah sampel sebanyak 52 anak balita uji Statistik  yang digunakan adalah “Chi Square”. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara ventilasi dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, ada hubungan bermakna antara langit-langit rumah dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, ada hubungan bermakna antara jenis lantai dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, dan ada hubungan bermakna antara kamarisasi dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.006. Saran kepada instansi diharapkan sebagai bahan evaluasi dan bahan pertimbangan bagi Puskesmas Taopa, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil suatu kebijakan dalam melaksanakan pemberantasan penyakit ISPA.

Full Text:

PDF

References


Ahmad I. 2010. Repositori.Uin-Alauddin.Ac.Id/3643/1/Irsan%20ahmad.Pdf. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Ispa Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Manipi Kec.Sinjai Barat Kab. Sinjai. (Diakses 10 April 2018).

Lindawati. 2010. Partikulat Udara Rumah Tangga Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita (penelitian di kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan Tahun 2009-2010.Skripsi. Universitas Indonesia: Jakarta.

Naning, R., Wantania JM., Wahani A. 2012. Infeksi saluran pernapasan akut. Dalam: Rahajoe NN, Supriyatno B, Setyanto DB. Buku Ajar Respirologi Anak 1st ed. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Nyonman. 2017. Profil Puskesmas taopa. Puskesmas Taopa Kabupaten Parigi Moutong.

Putri, FC. ‎2012. Kejadian ISPA di Kecamatan Cangkringan. eprints.uny.ac.id/8336/2/bab%201%20%2808308141008%29.pdf. Jurnal Penelitian.

Putri, Ruth Ras Meita. 2013. Hubungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Disekitar Usaha Pembuatan Batu Bata Di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Https://Media.Neliti.Com/.../14486-Id-Hubungan-Fisik-Rumah-Dengan-Kejadian-Ispa-Pa (Diakses 10 April 2018).


Article Statistic

Abstract view : 2 times
PDF views : 3 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.