FAKTOR RISIKO KUALITAS LINGKUNGAN FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMINI

Suparman Suparman(1*), Miswan Miswan(2), Mohammad Andri(3)
(1) Bagian KL-KK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian KL-KK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian KL-KK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.409

Abstract


Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit paling mematikan didunia.. diperkirakan sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Setiap tahun terdapat 9 juta kasus baru dan kasus kematian hampir mencapai 2 juta manusia. Di semua negara telah terdapat penyakit ini, tetapi yang terbanyak di Afrika sebesar 30%, Asia sebesar 55%, dan untuk China dan India secara tersendiri sebesar 35% dari semua kasus tuberkulosis. Kuman tuberkulosis dapat hidup dalam 1-2 jam sampai beberapa hari tergantung  dari ada tidaknya sinar matahari, ventilasi yang baik, kelembaban, suhu  rumah dan kepadatan hunian rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tomini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Cross Control Study. Dengan jumlah 34 sampel dengan menggunakan uji analisis bivariat yaitu Case Control. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor risiko kepadatan hunian dengan ke jadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=14,222, ada Faktor Risiko luas ventilasi dengan kejadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=8,556, dan ada faktor risiko jenis lantai dengan keadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=5,958. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada faktor risiko kepadatan hunian dengan kejadian tuberculosis paru, ada faktor risiko luas ventilasi dengan kejadian tuberculosis paru, dan ada faktor risiko jenis lantai dengan kejadian tuberculosis paru. Saran dalam penelitian ini adalah bagi petugas Puskesmas Tomini disarankan untuk mengetahui faktor predisposisi terjadinya Tuberculosis paru dan Pelayanan kesehatan yang lebih baik diharapkan dapat menangani pencegahan Tuberculosis paru.

Full Text:

PDF

References


Achmadi, Umar Fahmi. 2011. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah; Paradigma Kesehatan Lingkungan, Penerbit Buku Kompas. Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Edisi2: Cetakan II. Jakarta.

Depkes RI. 2010. Situasi Epidemiologi TB Indonesia. Jakarta. http://www.tbindonesia.or.id/tbnew/arsip/ article/140.

Jendra, Dotulong, 2015, Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit TB Paru DiDesa Wori Kecamatan Wori, Jurnal Kedokteran, Komunitas dan Tropik Vol. III nomor 2, April 2015, diakses tanggal 15 Oktober 2017.

Kemenkes RI. 2012. Pedoman Penyakit Tuberkulosis dan Penanggulangannya. Depkes RI. Jakarta.

Kemenkes RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta.

Mayangsari, AH dan Kornelia K. 2013. Faktor Lingkungan Fisik Rumah Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru. Journal Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi Tasikmalaya diakses tanggal 15 Oktober 2017.

Megawati, M., Suriah, S., Ngatimin, R., & Yani, A. (2018). Edukasi Tb Paru Pengetahuan Sikap Kader Posyandu melalui Permainan Simulasi Monopoli. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion, 1(1), 5-11.

Rosiana, AM. 2012. Hubungan Antara Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. diakses tanggal 15 Oktober 2017.

Soeparman & Waspadji, 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II Edisi Ketiga, Balai Penerbit FKUI. Jakarta

Sugiyono. 2010. Stastistik Untuk Penelitian. Alphabeta. Bandung.

WHO. 2010. WHO Report 2010, Global Tuberculosis Control, WHO Report, Surveillance, Planning, Financing. Geneva


Article Statistic

Abstract view : 1 times
PDF views : 0 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.