FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAMBAIRA KABUPATEN MAMUJU UTARA

Wimelda Raya(1*), Firdaus J. Kunoli(2), Nurjanah Nurjanah(3)
(1) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.400

Abstract


Penyakit TB paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat karena penyakit TB paru adalah penyakit menular langsung yang di sebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis dan Indonesia merupakan Negara dengan kasus TB paru tertinggi ke-2 di dunia setelah Cina Jenis penelitian yang di gunakan adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol (case control study). Populasi adalaah semua penserita TB paru yang di nyatakan dengan pemeriksaan laboratorium dan berobat serta tercatat di Puskesmas Bambaira Kabupaten Mamuju Utara yakni 26 pasien. Hasil penelitian di analisis dengan uji statistic yang di gunakan untuk membandingkan antara kasus dan kontrol terhadap faktor risiko (variabel independen) dengan menggunakan Odds ratio (OR). Hasil penelitian menjukan bahwa kepadatan hunian memiliki nilai OR= 4.545 yang berarti kepadatan hunian merupakan faktor risiko terjadinya TB Paru, merokok memiliki nilai OR= 7.500 yang berarti merokok merupakan faktor risiko terjadinya TB Paru, dan pengetahuan memiliki nilai OR= 3,022 yang berarti pengetahuan merupakan faktor risiko terjadinya TB Paru. Perlu peningkatan penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai sektor terkait, terutama meningkatkan peran petugas terutama di puskesmas pembantu dan poskesdes dalam rangka penemuan dan pengobatan penderita, dan menggalang peran serta masyarakat agar dapat bekerja sama dalam penanggulangan TB paru.

Full Text:

PDF

References


Faris Muaz. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis Paru Basil Tahan Asam Positif di Puskesmas Wilayah Kecamatan Serang Kota Serang, Fakultas Kedokteran dan ilmu kesehatan. UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta

Kemenkes RI. 2012. Modul Pelatihan Pemeriksaan Dahak Mikropis TB, Direktorat Jendral Bima Upaya Kesehatan, Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. 2011. Laporan Situasi Terkini Perkembangan Tuberkuosis di Indonesia. Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta

Kementrian Kesehatan RI, R. K. 2015. Kesehatan dalam Kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Jakarta.

Keputusan Mentri Kesehatan RI no. 1077/ MENKES/PER/V/2011 tentang persyaratan kesehatan perumahan, Jakarta

Megawati, M., Suriah, S., Ngatimin, R., & Yani, A. (2018). Edukasi Tb Paru Pengetahuan Sikap Kader Posyandu melalui Permainan Simulasi Monopoli. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion, 1(1), 5-11.

Notoatmodjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta

Putra, NR. 2011. Hubungan Perilaku Dan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Di Kota Solok Tahun 2011. Andalas: Universitas Andalas

Salahudin. 2010. Analisis faktor risiko TB Paru. UNHAS. Makassar

Setriani, dkk. 2009. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Status Ekonomi dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Orang Dewasa Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuan-tuan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Jurnal Kesmas UAD 162-232

Toyalis, 2010, Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Penyakit TB Paru di Provinsi Banten 2009-2010.

Tulhusna R.2012. Faktor Risiko Tubrkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Agam (skripsi). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Padang


Article Statistic

Abstract view : 1 times
PDF views : 2 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.