ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) PADA MINYAK GORENG SEBELUM DAN SESUDAH DIGUNAKAN OLEH PEDAGANG GORENGAN DI PINGGIR JALAN R.E MARTADINATA KELURAHAN TONDO KOTA PALU

Sri Ulandari(1*), Abdul Hakim Laenggeng(2), Rosnawati Rosnawati(3)
(1) Bagian Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.382

Abstract


Timbal merupakan bahan kimia golongan logam yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh tubuh, di mana jika masuk ke dalam tubuh organisme hidup dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek negatif terhadap fungsi fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal pada minyak sebelum dan sesudah digunakan pedagang gorengan di pinggir jalan R.E Martadinata Kelurahan Tondo Kota Palu Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada minyak sebelum dan sesudah digunakan oleh pedagang gorengan. Objek penelitian ini adalah 10 sampel minyak yang terdiri dari 5 sampel sebelum dilakukan penggorengan dan 5 sampel sesudah dilakukan penggorengan. Hasil penelitian menunjukkan, sampel kadar timbal (Pb) sebelum penggorengan tertinggi adalah 0.0771 ppm dan terendah 0.0259 ppm. Semua sampel minyak sebelum penggorengan memenuhi syarat peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009, sedangkan Kadar timbal (Pb) tertinggi pada sampel minyak sesudah penggorengan adalah 0.2562 ppm dan terendah 0.0985 ppm. Sampel minyak sesudah penggorengan tidak memenuhi syarat karena melebihi batas maksimum 0.1 ppm yaitu pada sampel P1, P2, P3 dan P4 sedangakan sampel minyak goreng pada pedagang P5 memenuhi syarat karena tidak melebihi ambang batas maksimum Disarankan kepada para pedagang hendaknya lebih memperhatikan prinsip higiene dan sanitasi makanan. Kepada Dinas Kesehatan Kota Palu agar dilakukan pembinaan serta pengawasan kepada pelaku usaha dagang gorengan yang semakin banyak ditemukan berjualan di tepi jalan raya.

Full Text:

PDF

References


BPOM RI. 2017. Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan Olahan.

Darmono. 2011. Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Pradana, A,. 2011. Kontribusi Polusi Udara Terhadap Kesehatan.

Rapotan.H.2012. Analisa Kandungan Timbal (Pb) pada Minyak Sebelum Dan Sesudah Penggorengan yang Digunakan Pedagang Gorengan Sekitar Kawasan Traffic Light Kota Medan Tahun 2012. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Reffiane, F,. Mohammad N.A, Budi S,. 2011. Dampak Kandungan Timbal (Pb) Dalam Udara Terhadap Kecerdasan Anak Sekolah Dasar. Universitas Diponegoro.

Riyadina, W. 2009. Pengaruh Pencemaran Plumbum terhadap Kesehatan. Media Litbangkes Balitbang Dep. Kes RI Jakarta.

Sartono. 2011. Racun dan Keracunan, hal 210-211, Widya Medika, Jakarta.

Surani, R. 2012. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Jakarta. Temple, 2007. Heavy Metal Toxicity. Spirit Newsletter. http://www.yourtemple.org / spirit/october2007/a rticle.do.


Article Statistic

Abstract view : 1 times
PDF views : 0 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.