FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HEPATITIS B PADA PENDONOR DARAH DI UTD PMI PROVINSI SUL-TENG

Putu Prabha Laksana(1*), Sudirman Sudirman(2), Nur Afni(3)
(1) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.372

Abstract


Penyakit Hepatitis B adalah virus yang menyebabkan infeksi hati kronis yang dapat berkembang menjadi sirosis dan karsinoma hepatoseluler. Riwayat transfusi darah merupakan salah satu jalan masuk bagi bakteri, virus, dan parasit yang menyebabkan infeksi. Penggunaan jarum suntik bergantian merupakan faktor penularan hepatitis B, seperti jarum suntik yang tidak steril. Riwayat keluarga Hepatitis B, risiko tertular untuk orang yang tinggal serumah terjadi karena menggunakan peralatan rumah tangga. Berhubungan seks dengan bukan pasangan juga merupakan faktor dalam penularan hepatitis B dimana hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan air mani.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hepatitis B pada pendonor darah di UTD PMI Sulteng.Jenis penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini didapat dengan wawancara kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara riwayat transfusi darah dengan penyakit hepatitis B (p=0,008<0,05), dan riwayat keluarga hepatitis (p=0,000<0,05), serta berhubungan seks dengan bukan pasangan dengan (p= 0,001<0,005), namun tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan jarum suntik bekas dengan penyakit hepatitis B (p=0,57>0,05).Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan melakukan pengendalian dan penanganan terhadap kasus hepatitis B.

Full Text:

PDF

References


Aini & Susiloningsih.2013. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Hepatiis B Pada Pondok Pesantren Putri Ibnul Qoyyim Yogykarta. Yogyakarta.

Askarian, M, et al.2011. Precaution for Health Care Workes to Avoid Hepatitis B and C virus Infection. Internasional Journal of Occuptional and Environmental Medicine. 2 (4): 191-198

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 2016 .Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015.Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Palu.

gastroenterology-hepatologi.IDAL: Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Pedoman pengendalian hepatitis virus. Direktorat Jenderal PP dan PL. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Pedoman pengendalian hepatitis virus. Direktorat Jenderal PP dan PL. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Laporan hasil riset kesehatan dasar Indonesia (Riskesdas). Badan Litbangkes. Hlm.109-110. Jakarta.

Novertha, E.D., Chandra, F, Enalia, Y. 2013. Gambaran Pengetahuan dan praktik kepaniteraan Klinik tentang Pencegahan Penularan Infeksi Hepatitis B. Fakultas Kedokteraan Universitas Riau: Pekanbaru.

Peraturan Menteri Kesehatan 91. 2015. Pelayanan Transfusi Darah. Jakarta

Price SA, Wilson LM. 2012. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit, edisi ke-6. EGC. Hlm. 472-500. Jakarta.

Silva, H.D. 2009.Risk Factors Of Hepatitis B Among Blood Donor In Timur Leste. Tesis. UGM. Yogyakarta.

UTD PMI Provinsi Sulawesi Tengah. 2016. Laporan Kasus Hepatitis B tahun 2016. Palu: UTD PMI Provinsi Sulawesi Tengah.

UTD PMI Provinsi Sulawesi Tengah. 2017. Kuesioner pendonor. Palu: UTD PMI Provinsi Sulawesi Tengah.

World Health Organization. 2011. HepatitisB. WHO . Geneva.

World Health Organization. 2012. Health Topics: Hepatitis. WHO . Geneva.


Article Statistic

Abstract view : 7 times
PDF views : 5 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.