MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS LAMBUNU 2 KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Elka Emilia(1*), Sudirman Sudirman(2), Herlina Yusuf(3)
(1) Bagian AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(2) Bagian AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(3) Bagian AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

DOI : 10.31934/jom.v1i1.342

Abstract


Masalah berdasarkan observasi yang dilakukan di Puskesmas, manajemen pengelolaan obat tidak berjalan dengan baik, ini dikarenakan pengelolaan obat dilihat dari pengadaan obat dari Dinas Kesehatan tidak sesuai dengan permintaan obat yang diusulkan puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajamen perencanaan pengelolaan obat di Puskesmas Lambunu II Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang terdiri dari 2 orang informan utama dan 1 orang informan biasa di Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian program pengelolaan obat Puskesmas Lambunu 2 yang didapatkan pertama dari input yaitu ditinjau dari SDM masih kurang/tidak susai basic atau porfesi, sarana dan prasarana pelayanan obat belum memadai, dan anggaran pengelolaan obat sudah tersedia, kedua dari proses yaitu perencanaan pengelolaan obat sudah baik, pengadaan pengelolaan obat sudah baik, penditribusian pengelolaan obat belum baik, dan penyimpanan obat belum memadai, ketiga output yaitu pencatatan dan pelaporan sudah baik di Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan program pengelolaan obat di Puskesmas Lambunu 2 belum berjalan dengan baik dan masih banyak yang perlu dibenahi. Ditujukan bagi pihak instansi Puskesmas Lambunu 2 diharapakan perlu adanya koordinasi mengenai ketersediaan obat, pendistribusian obat dari dinas kesehatan ke puskesmas, dan sarana dan prasarana perlu ditingkatkan Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong.

Full Text:

PDF

References


Anjarwati, 2014. Evaluasi Kesesuaian Pengelolaan Obat pada PuskesmasDengan Standar Pengelolaan Obat Yang Ada Di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta

Athijah, U. 2012. Perencanaan dan Pengadaan Obat di Puskesmas Surabaya Timur dan Selatan. Jurnal Farmasi Indonesia, 5(1), 15-23.

Febriana, Valentina A. 2012. Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Konsumen (Studi pada pasien Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo).

Kemekes RI. (2014). Pedoman Supervisi dan Evaluasi Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Kepmenkes RI. 2008. Pedoman Teknis pengadaan obat publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar. Jakarta.

Mijiati dan Yuyun. 2016. Ketersedian Sumber Daya Manusia Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional di Delapan Kabupaten-Kota di Indonesia. Media Litbangkes, 26 (4). Hal. 201-210.

Nurmiati, dkk. 2016. Studi tentang manajeman obat di puskesmas Buranga kabupaten wakatobi Tahun 2016. Skripsi.

Peraturan Pemerintah. 2009. Peraturan Pmerintah No. 51 Tahun 2009Tentang Pekerjaan Kefarmasian.

Rohayati, T. 2013. Evaluasi Efisiensi Pengelolaan Penyimpanan dan distribusi Obat Rawat Inap di Instalasi Farmasi RSUD Karawang Tahun 2007, TesisMagister Manajemen Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Rumondang Marissa Novi, 2015. Analisis Perencanaan Obat BerdasarkanABC Indeks Kritis di Instalasi Farmasi Puskesmas Padang Matinggi Kota Padang Sidempuan. Artikel Penelitian. JurnalManajemen Pelayanan Kesehatan 9 (01). hal. 19-25.


Article Statistic

Abstract view : 9 times
PDF views : 9 times

Dimensions Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.