HUBUNGAN LAMA, TINDAKAN PENYEMPROTAN, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA

Herdianti Herdianti(1*)
(1) Program Studi Kesehatan Lingkungan STIKES Ibnu Sina Batam
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.31934/promotif.v8i1.232

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), paling tidak 20.000 orang per tahun, mati akibat keracunan pestisida. Diperkirakan 5.000 – 10.000 orang per tahun mengalami dampak yang sangat fatal, seperti mengalami penyakit kanker, cacat tubuh, kemandulan dan penyakit liver. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani nanas di Desa Tangkit Baru yaitu sebanyak 343 orang, dan dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 orang (proportional random sampling). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan analisa univariat bahwa dari 75 responden diketahui sebanyak 28 (37,3%) responden yang mengalami gejala keracunan,19 (25,3%) responden yang melakukan penyemprotan kurang baik (lama),48 (64,0%) responden melakukan tindakan penyemprotan dengan baik dan sebanyak 48 (64,0%) responden yang melakukan personal hygiene dengan baik. Analisa bivariat didapatkan nilai p-value < 0,05 untuk variabel lama penyemprotan (0,003), tindakan penyemprotan (0,02), dan personal hygiene (0,007). Terdapat hubungan yang bermakna antara variable masing-masing tersebut dengan gejala keracunan pestisida pada petani nanas di Desa Tangkit Baru.

 

Keywords


Lama penyemprotan; hygiene; keracunan pestisida

Full Text:

PDF

References


Alimul H. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta

Depkes RI. 1992. Pengenalan dan Penatalaksanaan Keracunan Pestisida, SubditPengamanan Pestisida, Jakarta

Gallo M.A, Lwryk N.J. 1991. Organic Phosporus Pesticides dalam Handbook of Pesticide Toxicology,

Girsang Warlinson. 2009. Dampak negativ Penggunaan Pestisida. Universitas Simalungun Sumatera Utara. Penelitian Ilmiah.

Halinda Sari Lubis. 2005. Deteksi Dini dan Penatalaksanaan Pestisida Golongan Organofosfat pada tenaga kerja, FKM USU, Sumatera Utara.

Mahyuni Eka. 2014. Faktor Resiko dalam Penggunaan Pestisida terhadap Keluhan Kesehatan pada Petani di kecamatan Berastagi. USU : Medan

Noor, A. R. A. C., Andri, M., Yani, A., & Sudirman, S. (2017). Legal Aspects Occupational Safety and Health of the Work Force in the Bussiness Of Dinamis Abadi City Of Palu. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat, 7(2), 131-135.

Rini. 2001. Petunjuk Penggunaan Pestisida, Penerbit Swadaya, Jakarta

Suma’mur. 2013. HIGIENE Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Edisi 2. CV Sagung Seto. Jakarta

WHO. 2001.Organophosphorus Insectisides : A General Introduction

WHO. 2008. Prevention of Suicidal Behaviors: Feasibility Demonstration Project on Community Interventions for Safer Access to Pesticides, 2008. Diakses tanggal 20 Juni 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats PROMOTIF : Jurna;l Kesehatan Masyarakat

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat indexed in

 

Published by: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu

Editorial Address : Jalan Bukit Jabal Nur No. 3 Palu, Sulawesi Tengah 94118

e-mail : jurnal.pjkm.fkm.ump@gmail.com

Phone/SMS : +6281245936241

p-ISSN 2089-0349 || e-ISSN 2503-1139

Visitor

Flag Counter